Wajah yang Menipu

Suatu pagi, Jon Koplo berada di depan pintu sebuah baby shop langganannya. Istrinya meminta dia membeli perlengkapan bayi mereka yang baru berusia lima bulan.
Sebelum berangkat, Jon Koplo meminta istrinya membuatkan daftar yang akan dibeli. Maklum kali ini belanjanya cukup banyak.
Melihat pelanggan setianya masuk, sang pemilik toko, Lady Cempluk, menyapa akrab. “Selamat pagi, mau beli apa, Pak?”
Jon Koplo segera menyerahkan catatan yang diberikan istrinya tadi. Lalu Lady Cempluk memanggil Genduk Nicole. “Nicole, Bapak ini butuh semua barang yang tertulis di sini, tolong carikan,” perintah Cempluk sambil menyerahkan catatan itu kepada Nicole. Pelayan yang baru beberapa hari bekerja di tempat itu segera melakukannya. Tak begitu Nicole mendorong troli berisi pesanan Jon Koplo. “Sudah semua?” tanya Lady Cempluk.
“Sudah,” jawab Nicole sambil memindahkan isi troli ke meja kasir.
Lady Cempluk sibuk menghitung satu persatu harganya. Tiba-tiba Nicole menyeletuk, “Eh, Pak, ngomong-ngomong ini untuk cucu nomor berapa?”
“Hus, ngawur kowe,
ini buat anak pertama beliau,” ujar Lady Cempluk mengingatkan. “Beliau ini pelanggan setia kita!”
“Oh…, Eh, maaf, ya, Pak. Saya di sini baru, jadi tidak tahu,” ujar Nicole merasa bersalah, tapi matanya tetap mencuri pandang kepada wajah Jon Koplo seperti tidak percaya.
“Lo, kenapa minta maaf, kamu tidak salah yang salah itu wajahku ini,” kata Koplo.
“Lo, kok?” ujar Nicole bingung.
“Iya, soalnya wajahku suka menipu. Baru tiga puluhan tahun tapi maunya kelihatan sudah enam puluhan tahun. Aku sendiri juga bingung, hehehe,” kata Koplo setengah bercanda.
Nicole yang tadinya tegang spontan menjadi rileks dan ikut tertawa.
Pengirim: Moh. Romadlon Buluspesantren, Kebumen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top