Bertemu Mantan Pacar

Jon Koplo girang saat Bu Nyai Lady Cempluk menyuruhnya membeli telur ke pasar. Ia merasa bosan tinggal di dalam pesantren terus. Lebih satu bulan aktivitasnya hanya itu-itu saja. Ia ingin merasakan
udara luar. Tapi belum kesampaian. ”Hari ini, Tuhan membebaskanku dari penjara suci ini,” gumam Koplo.
Agar tak sendiri, ia mengajak Tom Gembus. Tom Gembus jadi pengendara motor sedangkan Jon Koplo pembonceng. ”Bos memang begitu, punya sopir pribadi. Dan kamu sopir pribadiku,” kata Koplo bercanda.
”Seharusnya kamu yang jadi sopir. Aku kan seniormu. Kamu baru sebulan mondok di sini. Aku tiga tahun lebih,” kata Gembus.
”Tapi Nyai Cempluk nyuruh aku. Jadi aku yang menentukan siapa yang jadi bos dan anak buah. Ya sudah, kamu yang pakai helmnya,” kata Koplo seraya memakaikan helm itu di kepala Gembus dari belakang. Koplo sendiri tak pakai helm.
Wajah Gembus memerah. Ia marah kepada Jon tetapi ditahannya. Ia tahu Nabi merintahkan diam saat marah.
”Rasulullah melarang kita marah,” kata Koplo seolah bisa membaca pikiran Gembus.
”Saya tahu. Kamu enggak usah mengguruiku,” jawab Gembus pelan. ”Oh ya, nanti kamu yang pegang telurnya,” lanjut Gembus.
”Siap anak buah,” jawab Koplo.
Sesuai kesepakataan, saat pulang Koplo yang memegang telur. Telur itu ternyata banyak, kalau wadahnya disusun sampai empat tingkat. Tingginya sejajar dengan dagunya. Ia tak tahu telurnya akan sebanyak itu.
”Eggak enak juga jadi bos,” gerutu Koplo. Ia berharap bisa berpapasan dengan perempuan cantik agar kedongkolannya cepat berlalu. Di tengah perjalanan, Gembus membunyikan klakson, memberi tanda kepada perempuan yang mengendarai sepeda motor matik. Ia mau menyalip motor itu. Saat motor mereka berjajar, perempuan itu malah kenal meeka. Namanya Genduk Nicole. Dia malah menyapa. ”Mau ke mana Kak?”
Gembus menoleh. ”Hei Nicole. Aku dari pasar. Kamu makin cantik saja.”
”Terima kasih,” kata Nicole. Gembus sedikit mempercepat laju motornya. Kini Koplo sejajar dengan Nicole. Seakan memberi kesempatan bagi mereka untuk ngobrol. Namun tak ada percakapan. Baru sekitar dua menit, perempuan itu menyapa Koplo.
”Setelah kita putus, ternyata kamu ganti jenis kelamin. Sudah lama ya jadi ibu rumah tangga?”Sebelum Koplo menjawab, Nicole ngegas motornya dengan kencang.

Pengirim: Muhtadi Chasbien
Desa Rombiya Timur,
Ganding, Sumenep

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top