Pipis Rp54.000

Beberapa waktu lalu Jon Koplo bersama 36 orang teman seangkatan SMA-nya melakukan perjalanan Solo-Cilacap dalam rangka jagong manten.
Saat sampai di Banyumas sekitar pukul 01.00 dini hari, minibus yang mereka tumpangi berhenti. Ternyata ada perbaikan ruas jalan sehingga arus lalu lintas menggunakan sistem buka tutup. Hampir satu jam mereka terjebak dalam antrean panjang menunggu giliran berjalan. Sesekali minibus berjalan merayap. Saat berhenti di dekat SPBU, Koplo dan salah satu temannya, Gembus, pergi ke toilet.
”Mas, macetnya masih lama, kami pipis sebentar, ya?” kata Koplo kepada sopirnya.
Setelah selesai dengan hajatnya, mereka membayar kepada penjaga toilet Rp4.000. Kemudian keduanya bergegas ke minibus.
Blaik, busnya ke mana? Koplo dan Gembus thingak-thinguk. Kebingungan mereka diperhatikan oleh dua tukang ojek. ”Pak, busnya sudah jalan jauh. Naik ojek saja Rp20.000 per ojek biar cepat ngejar busnya!” kata salah satu tukang ojek.
Akhirnya mereka naik ojek. Jebul minibusnya belum terlalu jauh berjalan. Meski sebenarnya mereka dikepruk ongkosnya oleh tukang ojek, Koplo malah memberi selembar uang Rp50.000.
”Tidak mengapa. Idep-idep sedekah,” piker Koplo.
Setelah berada di dalam minibus, Koplo pun nyeletuk, ”Pipise mahal tenan! Rp54.000.”
Teman-temannya yang mendengar itu tertawa.
Pengirim: Neneng Utami S. nenengutami05@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top