SALAH PENGERTIAN

Jon Koplo adalah mahasiswa perguruan tinggi swasta di Solo. Selain itu, Koplo bekerja di kampus sebagai anggota tim media. Sore itu, Jon Koplo ngumpul dengan teman-temannya. Saking asyiknya ngobrol dan main PES (Pro Evolution Soccer), Koplo tak sadar ada pesan melalui WhatsApp dari pimpinan di kantornya.
“Dik, sedang di mana?” tanya Gembus.
“Ini lagi di kampus I Pak Gembus, Pripun?” jawab Koplo.
“Oh iya sudah, ini biar dirapikan Cempluk saja,” ujar Gembus.
Koplo tersadar tadi siang sewaktu keluar dari kantor, meja kerjanya berantakan karena dia memang berencana kembali ke kantor lagi. Karena di kampus I bertemu teman-temannya, Koplo malah asyik main PES.
“Gini aja Pak, ini saya segera kembali ke kantor, biar nanti saya rapikan,” ujar tulis Koplo.
Tak lama kemudian Koplo sampai kantor. Ternyata kantor sudah sepi, setelah menyalakan lampu dan membersihkan meja kerjanya. Seusai merapikannya, Koplo mengecek ulang kira-kira masih ada yang kotor dan berantakan atau tidak.
Setelah dirasa sudah beres dan bersih, Koplo pulang ke kamar indekos lalu kirim pesan ke Gembus.
“Pak Gembus, meja sidang dan meja kerjanya tadi sudah saya rapikan,” tulis Koplo.
“Kok meja kerja dan meja sidang Koplo? Maksudku itu bukan merapikan meja kerja, tapi merapikan naskah pidato yang ada di Microsoft Word di komputerku!” jawab Pak Gembus.
Weleh weleh, Koplo menggerutu kok tak bilang sejak awal diminta merapikan naskah pidato. Namun, Koplo lalu ingat pada pagi hari Gembus memang meminta tolong dia merapikan naskah yang disimpan di komputernya. Itu pun sudah ia lakukan. Rupanya Gembus masih melanjutkan naskahnya kembali sehingga membutuhkan orang untuk membantu tulisannya biar lebih enak dibaca.
Pengirim : Bangkit Nurullah
Widororejo, Makam Haji, Kartasura.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top