Kentut yang Terlepas

Menjadi kebiasaan apabila jam kosong Jon Koplo selalu ke ruangan Lady Cempluk. Sebagai sama-sama Bolodupak di sekolah swasta di kecamatan Delanggu, Klaten, mereka klop.
Ditambah teman konyol mereka si Genduk Nicole yang suka ngomong kemproh.
Wuih sungguh lawakan ala Srimulat senantiasa muncul di antara mereka.
Siang itu Jon Koplo berada di ruangan Lady Cempluk. Pekerjaan sampingan sebagai operator sekolah memaksanya harus mantengi laptop. Sedangkan Lady Cempluk sibuk menginput data keuangan siswa. Kemudian Genduk Nicole bergabung di ruangan itu.
Tanpa sepengatahuan Jon Koplo dan Genduk Nicole, masuklah Tom Gembus
dan ibunya yang hendak membayar SPP. Ibunya duduk di kursi di belakang Jon Koplo.
Tiba-tiba ada suara aneh “Duuuuuut”. Tanpa merasa berdosa Jon Koplo buang angin. “Sssst…ada wali murid di belakangmu,” kata Lady Cempluk kepada Koplo. “Hah….” Jon Koplo kagetdan menengok. Wajahnya langsung merah seperti udang direbus tiga kali.
Di belakang terlihat seorang ibu cantik gebes-gebes mencium bau kentut Jon Koplo.
Dengan memendam rasa malu, Jon Koplo meminta maaf. “Maaf Bu, kelepasan… tidak tahu njenengan di belakang.” “Enggak apa-apa, Pak,” kata ibu Tom Gembus.
Tom Gembus tersenyum melihat derita yang dialami ibunya. Dengan tersenyum kecut sang ibu menyerahkan kartu SPP beserta sejumlah uang lalu pamit.
Setelah mereka jauh, meledaklah tawa Lady Cempluk dan Genduk Nicole. Mereka senang melihat petaka yang dialami teman mereka. Sedangkan Jon Koplo hanya pringas-pringis tak mampu bicara.
Pengirim: Walimin
SDI-PK Muhammadiyah Delanggu, Klaten
Jawa Tengah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top