MASIH SABTU

Kebutuhan ekonomi membuat Cempluk harus merelakan suaminya pergi ke luar kota mencari nafkah. Meski berjauhan, berkat kecanggihan teknologi hampir setiap hari Cempluk dan suaminya bisa mengobrol lewat video call.
Biasanya mereka mengobrol saat pagi sebelum suaminya berangkat kerja dan saat malam hari. Obrolan mereka makin ramai saat tanggal merah dimana anak mereka yang bernama Jon Koplo yang masih TK nol besar bisa ikut mengobrol saat sarapan pagi.
Pada suatu pagi, Cempluk cepat cepat mengantar anaknya ke sekolah agar nanti bisa sarapan pagi sambil ngobrol dengan suaminya via video call. Saat Cempluk datang, sekolah masih sepi. Hanya ada beberapa anak yang berada di dalam pagar.
“Nanti kalau Bunda belum menjemput, tunggu di dalam pagar ya Le,” ujar Cempluk mewanti wanti Koplo yang sudah turun dari motor.
“Ya Bunda,” jawab Koplo sambil mencium tangan Cempluk.
Koplo bergegas masuk gerbang sekolah. Cempluk mulai memutar sepedanya. Namun, Koplo kembali keluar gerbang dan memanggilnya.
“Bunda! Kok aku pakai seragam putih sendiri, teman-temanku pakai seragam batik?” tanya Koplo dengan polos.
“Ya Allah, sekarang masih Sabtu ta?” jerit Cempluk yang baru sadar hari itu masih sabtu, bukan senin.
Dia merasa sehari sebelumnya libur, tetapi bukan hari minggu, namun tanggal merah. Dengan muka merah tanpa menoleh kanan kiri, Cempluk pun buru buru membawa Koplo pulang untuk berganti seragam. Untuk sesaat, ia melupakan video call-an dengan suaminya.
Ibnu Sukron Muhdi Naser
Turen, Kabupaten Malang, Jatim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top