Urip neng Cemani

Siang hari, Lady Cempluk bareng kedua adiknya, yaitu Genduk Nicole yang berusia 12 tahun dan Jon Koplo yang baru berumur 6 tahun sedang menonton televisi di rumah. 
Kegiatan itulah yang biasa mereka lakukan bersama di siang hari sembari menunggu datangnya sore, saat kedua orangtua mereka pulang kerja.

Karena Cempluk anak yang dituakan, seperti biasa dia yang memegang remote control. Cempluk merasa bertanggung jawab atas acara apa saja yang patut ditonton oleh adiknya. Maklum, sekarang banyak acara televisi yang tak sesuai untuk anak-anak.

Nah, saat sibuk-sibuknya mengganti channel, akhirnya Cempluk menjatuhkan pilihan pada salah satu stasiun TV yang sedang menyiarkan berita tentang bencana tanah longsor di Solok, Sumatra Barat.

”Nduk, kasihan Pak SBY ya, sejak beliau jadi presiden, di Indonesia banyak terjadi bencana,” kata Cempluk membuka pembicaraan.

Belum sempat Genduk Nicole memberi jawaban atas pertanyaan kakaknya, spontan Jon Koplo nyeletuk, ”Untung aku ora urip neng Indonesia,”

Kaget dengan omongan Jon Koplo, Lady Cempluk dan Genduk Nicole spontan bertanya.

”Lha kowe ki urip neng endi?”

”Neng Cemani!” jawab Koplo dengan spontan.

Mendengar jawaban Jon Koplo yang polos dengan ekspresi tanpa dosa itu meledaklah tawa Cempluk dan Nicole. Mereka hanya bisa tertawa karena diberi penjelasan segamblang apa pun Jon Koplo pasti ora bakal mudheng.

”Belajar yang rajin dan cepat besar ya Plo, biar tahu bahwa Cemani itu adalah bagian kecil dari wilayah Negara Indonesia yang buesar ini,” kata Lady Cempluk. Sementara Jon Koplo hanya plonga-plongo saja.  

– Kiriman Ninik Noer Basuki, Cemani RT 07/RW 13, Cemani, Grogol, Sukoharjo.

 

Tinggalkan Balasan

Back to Top