Balada manten dicathek kucing

Pesta perkawinan merupakan momen yang paling diagungkan oleh semua orang. Hampir semua orang pastilah menginginkan peristiwa tersebut berlangsung meriah, agung, sakral dan berkesan, tak terkecuali dua sejoli yang sedang dimabuk cinta ini, Jon Koplo dan Lady Cempluk.
Pasangan pengantin yang baru saja melangsungkan pesta perkawinan di Boyolali beberapa hari lalu ini sebenarnya menginginkan hal yang sama. Namun apesnya, terjadi hal yang diluar dugaan yang menyebabkan mereka menanggung malu. Semua tak lepas dari ulah ”si meong” kucing kesayangan Lady Cempluk. Lho kok, ada urusan apa antara pengantin dengan kucing? Begini ceritanya.

Seperti biasa, setelah kirab, pasangan Jon Koplo dan Lady Cempluk pun didudukan di dampar kencono. Mereka tidak kalau dibawahnya ada si meong sedang tidur. Soale kaki kursi pengantin tertutupi kain dekorasi. Mboh karena terganggu dengan hadirnya kaki Lady Cempluk atau memang si meong sudah terbangun dan melihat kaki mulus majikannya, si meong langsung saja menggesek-gesekan tubuhnya ke kaki Lady Cempluk.

Seperti layaknya seekor kucing yang minta dielus majikannya, begitu pula polah si meong waktu itu.

Sementara Lady Cempluk, babar blas tidak tahu kalau yang lagi mengelus-ngelus kakinya itu adalah tubuh kucing kesayangannya. Dia malah kesenengan lantaran dikiranya itu adalah ulah suaminya yang sudah mulai-mulai nakal. Selain itu dia senang karena kedua kakinya memang capek dan butuh pijet.

”Wah, jan! Enaaak tenan dielus-elus. Mas Koplo iki pancen nggrathil tenan. Wong, duru wayahe kok ya wis usrek!” Batin Cempluk dalam hatin. Namun lama-kelamaan Cempluk merasa risih sendiri. Soalnya, elusan di kakinya itu tidak kunjung berhenti. Cempluk deg-deg plas, gek-gek ulah Jon Koplo itu malah menjadi tontonan orang banyak. Maka dengan setengah berbisik ditegurnya Koplo.

”Mas..mas, mbok nanti saja di kamar nggrathil-nya. Malu kan, masih banyak tamu,” bisik Lady Cempluk.

Ditegur seperti itu, Jon Koplo yang merasa tidak berbuat tapi diminta bertanggung jawab, jelas kaget. Tapi dia tidak marah, malah nggojeki Lady Cempluk.

”Waaah…Aku ora nggrathil ki, Dik. Ning, malah njaluk diggrathili ki,” canda Jon Koplo.

”Aja guyon ah. Sikilku risih ki merga mbok pidaki,” kata Cempluk yang sudah mulai emosi lantaran Koplo tidak mematuhi permintaannya.

”Aku ora midaki sikil kok,” protes Jon Koplo serius.

”Lha sing ngusel-ngusel sikilku sapa?” tanya Lady Cempluk kaget. Akhirnya dia pun melihat ke bawah tempat duduknya. Di bawah kursi, terlihatlah tampang tak berdosa kucing kesayangannya yang tak lupa mengeluarkan eongan manja.

”Huss, sana pergi,” bentak Lady Cempluk pelan sambil menendang pelan kucing tersebut.

Mboh karena merasa diremehkan majikannya atau tidak terima dengan tendangan bebas Lady Cempluk tadi, kucing tersebut jadi marah. Akibatnya, dengan gerak refleks yang sangat bagus seperti layaknya pemain kung fu dia langsung balas men-cathek kaki Lady Cempluk. Set…set…set, tiga cakaran pun mendarat dengan mulus di kaki Lady Cempluk. ”Rasakan nih pembalasanku,” batin si meong.

”Aduh…biyuuung, tulung sikilku!” teriak Lady Cempluk kesakitan begitu kakinya dicathek kucingnya.

Teriakan Lady Cempluk tentu saja mengagetkan semua orang yang hadir. Sontak perhatian semua orang pun tertuju kepada pasangan mempelai yang sedang lungguh anteng di atas kursi tersebut. Sementara si meong langsung mlayu mbilirit meninggalkan majikannya yang gero-gero lantaran kaki kirinya gubrah-gubrah getih.

”Oalah, Pluk, Pluk…mesake men kowe iki. Iku tandane si meong cemburu kowe dadi manten. Makanya kalau mau mantenan, puse ya dikandhani,” celetuk salah seorang tamu disambut geeer tamu yang lain.  

– Kiriman Budi Suwarno, Jl Teratai No 25, Pulisen, Boyolali.

 

Tinggalkan Balasan

Back to Top