Jebul Cempluke ana loro…

Alkisah, kali ini sohib kita Jon Koplo dan Tom Gembus mendapatkan order untuk mengantarkan surat ulem manten. Soalnya, sesuai rencana awal, bila teman sekelas mereka di SMU mau jadi manten, mereka berdua bersedia menjadi pak pos untuk mengantar ulem.
Sebelum ulem diberikan, oleh yang punya hajat, Jon Koplo dan Tom Gembus diberikan pembekalan terlebih dahulu. Mulai dari makan, minum, uang saku sampai alamat yang dituju. Setelah semua beres, maka bergegaslah mereka berdua dengan berbekal sepeda motor serta PD (kadang percaya diri, kadang pekok dhewe) yang kuat untuk melaksanakan ”titah sing nduwe gawe”.

Maka tibalah waktunya, untuk mengantarkan ke alamatnya Lady Cempluk yang waktu di SMU terkenal rada kemayu biarpun ora patiya ayu.

”Plo, awake dhewe durung nate ke rumahnya Cempluk ta? Piye iki, Plo?” tanya Gembus yang agak bingung.

”Tenang bae…kan ada aku! Mengko yen ora ngerti, kan isa tekok uwong ning ndalan,” sahut Koplo dengan PD-nya.

Singkat cerita, sampailah keduanya di Boyolali, dimana kemungkinan bermukim Lady Cempluk. Keduanya menghampiri seorang ibu setengah baya untuk bertanya dimana rumah Cempluk.

”Nuwun sewu, Bu. Rumahnya Mbak Lady Cempluk itu sebelah mana ya, Bu?” tanya Koplo sopan.

”O, itu Mas, sebelah kanan pos ronda yang banyak orangnya itu, rumahnya Cempluk, Mas!” sahut ibu tersebut.

”Matur nuwun inggih, Bu!” jawab Gembus dengan tetap mempertahankan unggah-ungguh-nya sembari menstarter sepeda motornya.

Sampai di rumah yang dituju mereka langsung masuk pekarangan. Ndilalahe di halaman rumah ada seorang ibu-ibu sebut saja Genduk Nicole sedang nyapu. Keduanya pun bertanya pada Genduk Nicole.

”Permisi, apakah benar ini rumahnya Lady Cempluk, Bu?” tanya Koplo.

”Oh, benar, Mas. Mangga pinarak,” sahut Genduk Nicole ramah.

”Saya Nicole, ibunya Cempluk. Cempluk baru ke warung beli sayuran. Sebentar lagi pasti pulang,” kata Genduk Nicole.

Tanpa basa-basi kedua cowok ramah itu memperkenalkan dirinya, bahwa mereka adalah temannya waktu SMU dan sekarang akan menyampaikan undangan ulem pernikahan temannya. Lantaran yang mertamu adalah teman anaknya, maka Nicole menjamu dengan agak spesial kedua tamu tersebut. Semua yang dimilikinya mulai dari minuman sampai ke makanan kecil ditoke kabeh. So pasti Jon Koplo dan Tom Gembus senang banget. Tanpa menunggu dipersilahkan dua kali, kedua sohib itu pun langsung menyikat suguhan di atas meja.

Tiba-tiba dari dalam terdengar teriakan ”Pluk itu ada tamu, Mas Koplo dan Mas Gembus” yang diikuti keluarnya cewek lumayan cantik dari ruang tengah. Melihat Cempluk muncul, Koplo dan Gembus jadi ternganga tak berkedip. Bukan karena terpesona oleh paras cantik Cempluk. Tapi karena nggumun. Lhadalah kok malih? Batin Koplo takjub.

”Mbaknya yang bernama Lady Cempluk, ya?” tanya Koplo memberanikan diri.

”Iya Mas, lha Masnya siapa?” tanya Cempluk yang juga merasa tidak kenal dengan dua pemuda gemblung di depannya.

”Waaah…ketoke awake dhewe salah orang ki! Kayaknya Cempluk teman kita itu, bukan yang ini,” bisik Koplo kepada Gembus.

Dan bersamaan dengan itu, Ibunya muncul sambil berkata, ”Lho, kok pada berdiri? Apa sudah pada mau pamitan? Mbok ini rotinya dimakan dulu ta, Mas,” kata Genduk Nicole yang agaknya ingin menambah pasokan suguhan.

Waduh! Kasus ki! Gek kepiye? Batin Koplo. Akhirnya dengan terbata-bata, Jon Koplo pun menjelaskan kepada Genduk Nicole bahwa mereka telah salah alamat. Keduanya minta maaf kepada ibu dan anak tadi, yang dibalas dengan senyum yang agak sinis.

”Wis disuguhi enak-enak, jebule keliru!” kata Genduk Nicole dengan agak nyelkit.

”Anu…mungkin teman Sampeyan itu, Cempluk yang tinggal di RT 2. Sedangkan saya Cempluk RT 1. Soalnya di sini memang ada dua Cempluk!” jelas Ladu Cempluk.

”Weleh-weleh, jebule ana rong Cempluk ta, Cempluk siji lan Cempluk loro,” gumam Koplo setelah mereka meninggalkan rumah Genduk Nicole.  

– Kiriman Bramastia, Program Fisika, P Mipa, FKIP UNS.

 

Tinggalkan Balasan

Back to Top