Weleh…jebule ditulis Ny Koplo ta

Pak Jon Koplo adalah orang yang merantau di Kalimantan. Kebiasaannya setiap Lebaran, dia dan seluruh anggota keluarganya mudik ke tanah kelahirannya di Solo untuk menjenguk kedua orangtuanya. Tapi berhubung Lebaran ini duitnya mepet, maka dia memutuskan untuk mudik sendiri, tanpa membawa keluarganya.
Saat mudik ke kampung halamannya, Jon Koplo biasanya memilih naik kapal laut. Soalnya kalau naik montor mabur, jelas ora kuku alias tidak kuat membeli tiketnya yang regane berjut-jut itu.

Singkat cerita, setelah mendapat tiket, Jon Koplo langsung saja naik ke kapal dan njujug kamar sesuai dengan yang tertulis di tiketnya. Yaitu kelas 3 No 4052 c. Merasa sudah benar, tanpa ba..bi..bu, Jon Koplo pun langsung ngglundhung di tempat tidur yang tersedia di situ. Ndilalahe, dia datang paling awal sementara teman sekamar yang lain belum pada datang. Di kamar itu ada 4 kasur, di mana Jon Koplo mendapat kasur yang paling bawah.

Sampai sekitar 1/2 jam-an, Jon Koplo nglipus sambil ngorok, maklum rada kesel merga kapale tekane rada telat. Jon Koplo baru bangun sebab mendengar orang omong-omongan gayeng banget. Saat melek…Blaik! Betapa kagetnya Jon Koplo begitu mendapati semua yang ada di kamar itu perempuan. Merasa tidak percaya dengan apa yang dilihatnya karena masih ngantuk benar, Jon Koplo pun ngucek mripate berkali-kali. Tapi tetap saja yang dilihatnya perempuan semua. Blaik! Sak kabin kok wedok kabeh! Batin Koplo heran.

Akan halnya ketiga penumpang lain yang berjenis kelamin perempuan itu tak kalah kagetnya. Lha piye ora kaget! Masak ada laki-laki di dalam kamar mereka!

Sambil tertawa cekikikan, salah seorang penumpang, sebut saja Lady Cempluk bertanya, ”Lho, Bapak kok bisa di kamar ini? Kamar ini kan khusus penumpang perempuan? Jangan-jangan Bapak salah kamar.”

”Waah…kayaknya, perasaan saya ini sudah benar,” kata Jon Koplo sambil ngecek tiketnya, jangan-jangan salah nomernya. Setelah dicek…Benar, ini nomor tempat duduk dan kabinnya! Batin Koplo. ”Benar ki, Mbak,” jawab Koplo.

”Mana saya lihatnya tiketnya, Pak,” kata Lady Cempluk sambil minta tiket Jon Koplo. Dengan dibantu teman-temannya sekamar, ngecek tiket itu. ”Ho-oh Bapaknya ini benar ki. Apa yang salah ya?,” gumam Lady Cempluk yang diiyakan temen-temennya.

Setelah dicek berulang-ulang, Lady Cempluk tahu dimana letak kesalahannya. Mereka pun tidak dapat menahan tawanya dan ngguyu kepingkel-pingkel. Tentunya ini membuat Jon Koplo penasaran.

”Lho… Mbak, apa ada yang salah?” tanya Jon Koplo bingung.

Lady Cempluk pun nduduhke nama yang tertera di tiket. Ternyata di tiket Jon Koplo tertulis nama ”Ny Jon Koplo”. Karena dikira penumpangnya perempuan, maka Jon Koplo pun ditempatkan di kabin khusus perempuan. Melihat kesalahan itu, Jon Koplo hanya bisa pringas-pringis menahan geli dan malu. Weleh…weleh…jebule aku ditulis Ny Koplo ta? Batin Koplo. Tapi gandeng wis kebacut…ya bagaimana lagi. Jon Koplo tetap menempati kamar itu bareng penumpang perempuan. ”Makanya ta, Pak, kalau beli tiket itu ya jangan asal dikantongi begitu saja. Mbok diteliti-teliti dulu, sapa ngerti keliru!” sindir Lady Cempluk.  

– Kiriman: Dini Kurniasari, Jl Asrikanto Gg III A No 5 Boyolali.

 

Tinggalkan Balasan

Back to Top