Ngeksen foto….sope amblas

Ngomong soal selera makan, tiap orang itu memang beda-beda. Ada yang suka pedas-pedas, ada yang suka asin atau makan garingan alias tanpa duduh (kuah), dan seterusnya. Sebaliknya, ada pula orang yang suka makan kalau tidak pakai duduh.
Nah, kali ini yang seperti biasa, yang jadi lakon adalah Jon Koplo yang ndilalahe senang menyantap makanan berkuah. Entah itu soto, sayur bening dan lain-lain. Tapi yang menjadi andalannya adalah makan sayur sop. Segala sop entah itu sop ayam, sop buntut, sop jamur, atau sop lainnya, mesti kolu. Nah, gara-gara sop ini, Jon Koplo pernah nggondhok. Soalnya sopnya wurung (batal) dimakan.

Ceritanya, belum lama ini atau dalam bulan agustus 2002 yang lalu, Jon Koplo yang mahasiswa semester terakhir di salah satu Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Yogyakarta ini pergi njagong ke Wonogiri. Yang jadi manten adalah sohib setianya, Tom Gembus yang sama-sama satu kost di Yogya. Jalannya upacara mantenan cukup meriah dan cukup lancar.

Demikian pula hidangan bagi tamu-tamu undangan. Urut mulai dari unjukan, makanan kecil dan seterusnya. Nah, tibalah urutan hidangan yang disajikan adalah sop.

Akhirnya si Jon Koplo yang duduknya di kursi deretan belakang pun mendapat giliran santapan yang jadi klangenannya itu. Mmh…sedaaap! Begitu batin Jon Koplo sambil tangannya menerima sepiring ”sop Wonogiren” yang bikin cleguk itu.

Ramuan sayuran komplet, kuahnya tampak kileng-kileng dengan daging galantinnya yang diiris besar. Siip, ini namanya baru sop! Batin Koplo marem.

Maka dengan gaya penikmat sop, mulailah Jon Koplo nyendoki duduh yang hangat dan segar itu sedikit demi sedikit. Namun baru mendapat beberapa sendhok sop, tiba-tiba terdengar dari pengeras suara panggilan untuk Jon Koplo.

”Halo-halo, pangilan untuk Saudara Jon Koplo dari Yogya. Dimohon untuk ke depan untuk photo bersama Penganten segera,” ujar pembawa acara.

”Blaik! Gek kepriye iki,” batin Jon Koplo njondhil kaget.

Padahal olehe maem sop baru beberapa sendok. Mau meneruskan nyantap pasti waktunya kesuwen, mau pergi ke depan untuk foto eman-eman sope.

Padahal acara foto dengan manten ini diminta segera, soalnya urutan yang mau foto untuk keluarga-keluarga yang lain masih banyak. Maka Jon Koplo dengan cepat memutuskan piring sop diletakkan di atas kursi tempat Jon Koplo duduk dan cepat-cepat Jon Koplo pergi ke depan untuk berfoto ria bersama mantennya.

Memang untuk berphoto ini atas pesenan Tom Gembus jauh hari sebelumnya, untuk kenang-kenangan peristiwa yang tak bakal terulang lagi itu.

”Tenan lho Plo, sesuk kalau aku dadi manten kamu aku ajak bareng photo di pelaminan,” begitu Tom Gembus dulu wanti-wanti.

Maka acara foto dimulai. Kamera siap membidik Jon Koplo yang dengan bangga ngeksen di samping penganten. Jepret-jepret…byar…byar. Tak kurang dari sepuluh menit, acara foto-fotoan pun selesai.

Dengan langkah yang pasti Jon Koplo berjalan menuju ke kursi tempat duduknya tadi, di mana telah diletakkan sepiring sop yang tadi baru dicicipi beberapa sendok saja. Dalam hati sudah kebelet mau melanjutkan tugas membersihkan hidangan sop tadi.

Tapi apa yang terjadi? Pas kira-kira kurang dua langkah Jon Koplo mencapai kursinya tiba-tiba tamu lain yang duduknya dekat dengan kursinya Jon Koplo, meletakkan piring sopnya yang telah kosong di atas piring sop Jon Koplo yang sedianya mau disantapnya. Tamu tadi mengira kalau sop Jon Koplo nggak dimakan.

”Hwaduh biyung…sopku…sopku…Lha thik ditindhihi piring kuwi kepriye,” begitu batin Jon Koplo sambat memelas dalam hati melihat sopnya yang belum seluruhnya diicipinya itu.

Tapi saking cinta berat sama sop, Jon Koplo pun nyingkirke piring sop yang sudah kosong itu dan…lhep…lhep…dengan cueknya Jon Koplo menyantap sopnya.  

– Kiriman St Sutedjo, Jatirejo RT 02/RW 08, Wonoboyo, Wonogiri.

 

Tinggalkan Balasan

Back to Top