Tiwas ditodong pistol…

Begadang jangan begadang kalau tiada artinya, itulah sebagian lagu yang dinyanyikan oleh Raja Dangdut Rhoma Irama yang sempat populer beberapa tahun silam. Lagu ini memberi nasihat kepada semua orang agar jangan sering begadang. Karena akan berdampak buruk bagi kesehatan. 
Namun bagi Jon Koplo yang sering keluar malam alias begadang, kebiasaan itu tidak hanya merusak kesehatannya. Lebih dari itu, dia mengalami peristiwa yang nyleneh sekaligus menegangkan, karena Koplo sempat diduga maling dan ditodong pistol oleh ayahnya sendiri.

Jika dilihat dari keluarganya, Koplo yang tinggal sebuah kampung di daerah Sragen sebenarnya merupakan anak yang selalu dididik dengan kedisiplinan. Karena ayahnya yang bernama Tom Gembus merupakan anggota polisi dan terkenal keras dalam mendidik anak.

Nah, malam itu rupanya merupakan malam tersial bagi Jon Koplo. Waktu itu ia bermaksud pulang ke rumah setelah lelah begadang. Sampai di rumah tentu saja ia mendapati para penghuni telah lelap dibuai mimpi dan semua pintu telah terkunci. Maklum sudah pukul 01.00 dinihari.

Namun demikian, untuk masuk rumah bukanlah hal yang sulit baginya. Karena ia telah mempunyai pintu rahasia, yaitu jendela ruang tamu, yang sengaja tidak dikunci.

Karena tidak dikunci, maka dengan mudah Jon Koplo dapat membuka pintu rahasia tersebut. Dan dengan cekatan ia melompat ke atas jendela yang sudah menga (terbuka) itu. Namun malang tak dapat ditolak mujur tak dapat diraih, ketika dia masih nangkring di atas jendela, mak bedhundhuk terdengar orang berteriak.

”Maling….maling,” seketika Jon Koplo menoleh ke arah asal suara. Betapa terkejutnya lakon kita ini ketika ia mengetahuai bahwa itu adalah ayahnya dan dua orang temannya yang sedang keliling kampung untuk mengambil beras jimpitan, karena kebetulan mereka ketiban giliran ronda.

Apalagi Tom Gembus, ayahnya itu berteriak keras sambil menodongkan pistol revolvernya ke arah Jon Koplo. ”Jangan bergerak….,” gertak Tom Gembus. ”Pak..e…Pak.e… aku ini Jon Koplo, anakmu …ojo dibedil,” teriak Jon Koplo histeris plus ketakutan.

Mendengar teriakan Jon Koplo itu, gantian Tom Gembus yang kaget. Diarahkan senter yang dipegangnya ke arah muka Jon Koplo. ”Ha…jebul kowe ta Plo… Bocah kok clila-clili…mlebu omah mbok liwat lawang, mlupat cendelo koyok maling wae. Untung ora tak bedil…,” kata Tom Gembus kesal.

Sialnya, teriakan Jon Koplo yang nyaring di malam buta itu telanjur mengundang warga sekitar. Mereka berdatangan untuk ngabarke apa terjadi. Namun setelah mengetahui kejadian yang sebenarnya, mereka hanya klecam-klecem agak kesal. Sambil ngeloyor pulang menahan kantuk yang amat sangat, warga sempat ngomel-ngomel oran nggenah… anak polisi kok mencolot cendela koyo maling.  – Kiriman Iswahyudi, Sragen Manggis RT 13/05, Sragen Wetan.

 

Tinggalkan Balasan

Back to Top