Ngambil dhuwit kok pakai surat nikah?

Pada tanggal-tanggal tua, bagi Jon Koplo yang seorang karyawan di perusahaan kecil memang agak kesulitan untuk membiayai kehidupan anak dan isterinya. 
Di tambah lagi dia mempunyai niat untuk membuat surat akta kelahiran untuk anak yang semata wayang.

Dalam kondisi terjepit, semula Koplo mau pinjam uang kepa teman-teman di perusahaannya, namun nggak enak. Soalnya, kawan-kawannya juga memiliki kebutuhan yang rata-rata hampir sama dengannya. Mengingat di perusahaan tersebut gajinya memang tidak seberapa. Akhinya dia pun ingat kalau punya sedikit tabungan di sebuah bank.

Tanpa pikir panjang lagi dia mengajak Tom Gembus yang salah satu sahabat kentalnya di perusahaan mengambil uang di bank. Dengan semangat empat lima keduanya pulang dulu ke rumah Koplo untuk mengambil buku tambungan.

Dengan mengendarai sepeda motor buntutnya, Koplo menancap gas dengan kencang dan kecepatan luar biasa. Sesampainya di rumah, dia langsung masuk dan bergegas mengambil buku tabungan yang ditaruhnya di dalam almari.

Tindakan Koplo yang terlalu grusa-grusu itu dikarenakan dia takut, kalau nantinya sampai terlambat masuk kerja. Soalnya jam istirahat di perusahaan tempatnya bekerja memang sangat terbatas.

Sehingga begitu menyambar sebuah buku kecil, dia bergegas keluar rumah dan langsung menancap sepeda motornya. Tak berapa lama kemudian, Koplo sampai di kantor sebuah bank tempatnya menabung.

Sesampai di bank, dia pun mulai ngantre dengan antrean yang cukup panjang. Karena pada tanggal-tanggal tersebut memang banyak orang yang mengambil uang. Pas giliran dia di depan teller yang bernama Genduk Nicole, Koplo segera menyodorkan sebuah buku kecil yang diambil dari rumah.

Rupanya buku kecil yang disodorkan ke karyawan bank tersebut ditolak, karena bukan buku tabungan. ”Maaf mas, ini bukan buku tabungan. Ini kan. buku nikah,” ungkap Genduk Nikole sambil mengembalikan buku yang disodorkan oleh Koplo.

Betapa terkejutnya Koplo, karena ternyata buku kecil yang dibawa bukanya buku tabungan, melainkan surat nikah. Tahu bukunya dikembalikan, muka Koplo langsung merah dan tanpa basa-basi lagi dia langsung angkat kaki dan pergi dari ruangan bank tersebut.

Dengan menerobos puluhan orang yang masih antre di bank, dia bergegas menarik tangan Tom Gembus yang tidak tahu apa-apa. Karuan saja, Gembus yang saat itu menunggu di ruang tunggu terkejut dan heran melihat ulah temannya. ”Plo, kenapa kok buru-buru pergi. Memang uangnya sudah diambil,” tanya Gembus.

Mendengar pertanyaan tersebut, sambil berjalan keluar bank Koplo mengaku kalau dia tidak bisa mengambil uang. Soalnya buku yang dibawa bukan buku tabungan, melainkan buku akte nikah. Mendengar jawabab Koplo tersebut, Gembus langsung tertawa dan mengejek kawannya. ”Oalah Plo. Makanya, kalau kerja itu jangan grusa-grusu. Lha wong buku nikah kok untuk mengambil uang dibank,” ungkap Gembus.  – Kiriman Ariyati Nurwulan d.a Bogadung RT 01/I No 8, Bendungan, Kedawung, Sragen 57292.

 

Tinggalkan Balasan

Back to Top