Pahlawan kisinan…

Begitu banyak tempat wisata yang dikunjungi oleh masyarakat ketika Lebaran. Tak terkecuali Waduk Gajah Mungkur di Wonogiri yang terkenal itu. 
Selain wisata air waduk, juga dipentaskan berbagai acara hiburan seperti orkes dangdut, campursari, dan lain sebagainya.

Kesempatan ini pun tak disia-siakan oleh sobat kita Jon Koplo. Selain ingin menikmati suasana Lebaran dan mencari hiburan, diam-diam Koplo juga ingin cari jodoh. Maklumlah, sampai usianya yang terbilang cukup umur itu Koplo masih seorang diri wae. Biasanya di tempat wisata banyak cewek. Siapa tahu nanti dapat kenalan perempuan cantik.

Maka, dengan mengendarai motor bebeknya Koplo berangkat sendirian dari rumahnya di Kecamatan Tirtomoyo menuju Waduk Gajah Mungkur. Sesampai di tempat yang dituju, suasana sudah ramai dan meriah. Banyak pengunjung yang datang menyesaki arena taman wisata. Pucuk dicinta ulam tiba. Baru saja dia memasuki arena taman wisata, tiba-tiba matanya menangkap sesosok cewek cantik sedang duduk sendirian di sudut taman.

Koplo segera menghampirinya. Dengan sikap sopan dan ramah, Koplo menyapa cewek itu. ”Maaf, Dik. Sepertinya saya pernah mengenal Adik, tapi di mana ya…?” cetus Koplo mulai dengan jurus nggombal-nya.

Sejenak Lady Cempluk menatap Koplo heran. ”Maaf Mas. Saya sendiri belum pernah kenal Mas,” sahut Cempluk cuek.

”Wah, berarti saya keliru. Tapi ngomong-ngomong siapa nama Adik ini? Kok sendirian saja? Apa tidak bawa teman?” katanya.

”Saya tadi sama teman-teman, tapi mereka malah pada berpencar. Oh, ya lupa nama saya Lady Cempluk!”

”Saya Koplo! Kalau begitu tak keberatan kan saya temani?” kata Koplo mulai mengeluarkan jurus kumbang mngendus mawar.

Cempluk diam saja tidak menolak. Merasa mendapat angin, Koplo langsung ambil posisi duduk di samping Cempluk. Dia mengajak Cempluk ngobrol ngalor-ngidul. Cempluk sendiri menanggapinya dengan malas. Tiba-tiba Koplo punya akal. Dia ingin mentraktir Cempluk makan bakso agar suasana ngobrol-nya lebih enak dan lama.

Sebenarnya Cempluk hendak menolak, tapi Koplo tetap memaksa. Dia meminta Cempluk menunggu di tempatnya, sementara dia akan memesan bakso di warung bakso tak jauh dari tempat mereka. Saat Koplo pergi ke warung bakso, tiba-tiba muncul Tom Gembus menghampiri Lady Cempluk. Keduanya tampak ngobrol dan agak bersitegang.

Melihat dari kejauhan Cempluk didekati cowok lain, hati Koplo jadi panas juga. Apalagi dilihatnya Gembus menarik-narik tangan Cempluk. ”Wah kurang ajar tenan orang itu,” batin Koplo gusar.

Dia langsung menghampiri Gembus. Dan tanpa banyak tanya lagi dia memukul Gembus hingga laki-laki itu tersungkur di tanah. Cempluk malah menjerit dan mendekati Gembus. ”Apa-apaan sih, kamu, Mas? Kenapa kamu memukulnya?” seru Cempluk marah pada Koplo.

”Lho, dia tadi kan mau mengganggu kamu?” tukas Koplo berdalih.

”Dia tidak mengganggu. Dia suami saya. Saya di sini tadi menunggu dia. Kami bertengkar karena dia mengajak saya pulang!” ujar Cempluk menjelaskan.

Koplo jadi kaget dan salah tingkah. Wajahnya merah padam karena malu. Rupanya dia salah sangka. Gembus suami Cempluk. Koplo lalu meminta maaf sama Gembus. Dia tadi mengira Gembus hendak mengganggu Cempluk.

Untunglah, meski agak dongkol Gembus bisa memaafkan perbuatan Koplo. Tapi tak urung peristia itu menarik perhatian orang-orang di sekitarnya. Mereka juga yang melerai Koplo dan Gembus sebelum terjadi perkelahian yang lebih seru.

Ketika tahu duduk masalahnya, beberapa orang dari mereka malah jadi geli dan mengerjai Koplo. ”Wah, lain kali kalau mau mendekati cewek tanyai dulu statusnya Mas. Isteri orang kok mau disambar saja!” Koplo hanya mesem kecut dan buru-buru pergi dari tempat itu. ”Jan, nasib apes tenan! Dadi pahlawan kisinan…”  – Kiriman Eko Hartono, 02 Tegalombo Banyakprodo, Tirtomoyo, Wonogiri 57672.

 

Tinggalkan Balasan

Back to Top