Ayam Kate

Di sebuah hutan yang lebat, tinggal seekor ayam bernama kate. Ia merupakan ayam yang tinggi besar dengan jalu yang sangat tajam. Dengan karunia yang diberikan Tuhan itu, kate malah bersikap sombong. Setiap ayam yang ia temui selalu ditantang berkelahi. Terang saja kate selalu menang karena tubuhnya memang besar dan kuat. Kalau berjalan kate juga selalu  menengadahkan kepala.

Pada suatu hari kate bejalanjalan di hutan, ia bertemu dengan segerombolan ayam lain yang juga sedang melintas. Dengan sombongnya kate mengejek teman-temannya.

“Hei siapa yang berani melawanku, lihatlah jaluku yang tajam ini apakah kalian mau merasakannya,” ayamayam itu menunduk ketakutan.

“Dasar kalian pengecut!” kate tertawa dengan sombongnya.

Lalu kate lari menghampiri gerombolan ayam tadi, lalu kate menakut-nakuti dengan jalunya yang tajam itu. Karena ketakutan ada salah satu ayam yang menangis. Kate malah semakin girang melihatnya.

“Kalau kalian tidak mau aku ganggu cepat cium tanganku ini.”

Ayam-ayam itu pun mencium tangan kate satu persatu, setelah itu lari terbirit-birit.

Kenakalan kate akhimya didengar oleh seluruh bangsa ayam di hutan itu, karena tidak ada ayam yang berani melawannya raja ayam di hutan itupun turun tangan. Melalui undangan kate ditantang raja untuk bertanding. Tentu saja dengan sombong kate menerima tantangan itu.

Pada hari yang sudah ditentukan kate menghadiri tantangan raja. Di sana telah berkerumun seluruh warga ayam yang akan menyaksikan pertandingan tersebut. Di tengah kerumunan ayam itu berdiri megah arena untuk bertanding seperti ring tinju. Di sana berdiri raja dengan mahkota kebesarannya.

Dengan menyombongkan diri kate berjalan menuju arena tersebut. Tanpa sopan santun ia menghardik sang raja.

“Hei raja berani sekali kau menantangku, kamu tidak tahu siapa aku!”

“Aku tahu, kamu adalah ayam yang suka bikin onar di hutan ini, daripada kupatahkan jalumu lebih baik kamu bertaubat dan minta maaf kepada seluruh ayam di hutan ini.”

“Sudah, ayo kita buktikan saja siapa yang paling kuat. Kalau kamu kalah, kamu harus menjadi bawahanku dan aku yang menggantikanmu menjadi raja di hutan ini.”

Raja pun marah, mereka berdua akhirnya bertanding dengan serunya. Kekuatan mereka hampir sama tapi saat beradu jalu tiba-tiba plak. Jalu raja patah dan berlumuran darah. Dengan kekalahan sang raja, kate pun diangkat menjadi raja yang baru di hutan itu.

Saat hutan dipimpin oleh kate, bangsa ayam hidup berkesusahan karena pajak yang diberikan begitu besar. Sehingga ayam-ayam mengalami kesulitan untuk membayarnya. Selain itu, kate juga suka bertindak kasar kepada ayam yang membantah perintahnya. Seperti ayam hutan misalnya, ia sakit satu minggu karena ditendang oleh kate garagara uang pajaknya kurang.

Pada suatu hari kate berjalan berkeliling hutan untuk menagih pajak-pajak yang belum lunas. Setiap ayam yang melihat kate pasti langsung sembunyi karena takut. Hingga pada akhirnya kate sampai pada rumah seorang tabibdi hutan itu. Dengan tidak ada  sopan santun Kate masuk dengan berteriak-teriak untuk menagih pajak.

“Hei tabib kenapa kamu tidak membayar pajak bulan ini?”

“Maaf tuan, hamba tidak punya uang untuk membayarnya. Bagaimana kalau hamba membayarnya dengan ramuan in?”

“Memang ramuan apa yang kamu punya tabib?”

“Hamba punya ramuan yang dapat membuat tuan awet muda.”

“Benar begitu tabib?”

Setelah itu kate meminum ramuan yang dibuat sang tabib, setelah beberapa lama tiba-tiba tubuh kate mengejang dan tubuhnya
menjadi kecil. Tabib itu tiba-tiba tertawa dengan keras. Ternyata tabib itu adalah sang raja yangmenyamar menjadi tabib. Selain
tubuh kate yang kecil ia juga kehilangan kekuatan sehinggakate tidak dapat melawan raja.

“Rasakan itu Kate, kamu telah meminum ramuan untuk mengecilkan tubuh dan menghilangkan kekuatan. Sekarang kamu tidak
bisa menyombongkan diri lagi kepada kami.”

kate tidak dapat berbuat apa-apa, ia akhirnya diusir oleh seluruh ayam penghuni hutan. Oleh sang raja yang asli setiap keturunan
kate diberi nama ayam kate karena tubuhnya kecil dan tidak mungkin dapat tumbuh besar seperti kate yang telah terusir dari hutan.

Hingga saat ini orang-orang juga masih menyebut ayam yang kecil itu dengan sebutan ayam kate.

Tinggalkan Balasan

Back to Top