Si Jangkrik Sombong

Cernak : Widya Rahmawati Al-Nur

Suatu hari di kampung hewan permai, hiduplah satu keluarga semut yang bahagia. Ayah, ibu dan satu anak semut yang cantik bernama Anty. Saat itu di kampung hewan permai, tersiar kabar akan terjadi bencana banjir yang dahsyat. Warga kampung hewan permai panik mendengar kabar itu dan mengamankan harta benda mereka. Kecuali satu hewan yang tidak percaya berita itu. Dia bernama jangkrik, memang dia sombong dan keras kepala.
Pagi hari Anty tengah sibuk mengemas barang-barang untuk berjaga-jaga bila banjir datang tiba-tiba. Datanglah seekor jangkrik dari kejauhan.
”Hai, Anty! Apa yang kamu lakukan? Seperti mau mengungsi saja!” kata jangkrik melihat Anty yang sibuk.
”Aku dan keluarga lagi siap-siap mengemas barang-barang untuk mengungsi,” jawab Anty.
”Ngungsi? Memang ada apa pakai acara ngungsi segala? Hahahaha!” tawa Si jangkrik.
”Kan sekarang lagi musim hujan, dan sering sekali terjadi banjir. Ya, kita sekeluarga berjaga-jaga kalau nanti tiba-tiba banjir datang. Lagi pula sudah tersiar kabar akan terjadi banjir yang dahsyat di kampung kita Jangkrik!” jelas Anty.
”Hahahahaha… tidak akan banjir, kan kita tinggal di kota, bukan di pinggir sungai,” kata jangkrik. Anty tersenyum melihat gaya jangkrik berbicara.
”Tidak ada salahnya juga kita bersiap, kalau-kalau nanti banjir kita tidak bingung,” jawab Anty sambil membereskan barang-barang.
”Oh, iya rencananya kami sekeluarga juga mau tinggal di rumah saudara untuk sementara waktu, yah setidaknya sampai benar-benar aman dari banjir,” jelas Anty menambahkan.
”Halah, banjir aja takut!” kata jangkrik dengan sombongnya.
Setelah berkata demikian, jangkrik pergi dari rumah Anty si semut mungil. Setelah selesai mengemas barang-barang, Anty sekeluarga pergi menuju rumah saudara. Saudara Anty para kawanan semut tinggal di sebuah pohon yang cukup tinggi. Butuh perjuangan untuk sampai di rumah saudara Anty, sesekali Anty minta gendong pada ibunya. Sementara ayah Anty membawa barang-barang mereka. Sampailah mereka ke tempat tujuan. Di sana semua saudara Anty menyambut baik kedatangan mereka. Anty bahagia bisa bermain bersama saudara-saudaranya.
Ternyata benar perkataan Anty. Banjir melanda tempat tinggal Anty. Beruntung Anty dan keluarganya telah mengungsi ke tempat saudara. Mereka aman dari bencana banjir. Namun, bagaimana dengan Si Jangkrik? Yah, karena sifat sombongnya, rumah dan hartanya lenyap terbawa banjir. Kini jangkrik tinggal seorang diri. Dia sangat sedih karena sudah tidak punya harta dan juga kehilangan semua teman-temanya.

Tinggalkan Balasan

Back to Top