Pangeran Nero Dan Jubah Rajawali

 

Cernak: Wagiyo ”Gio Kresna”

Di negeri Andora, hiduplah seorang pemuda yang gagah, ramah dan baik hati. Pemuda itu bernama Nero, anak dari seorang janda. Nero sangat rajin membantu ibunya. Setiap hari, Nero pergi ke hutan untuk mencari kayu bakar, kemudian kayu tersebut dia jual ke pasar.
Suatu hari, saat Nero hendak berangkat ke hutan untuk mencari kayu bakar, dia menjumpai seekor burung rajawali yang terluka akibat terkena anak panah pemburu. Nero lantas membawa pulang rajawali tersebut untuk dirawat hingga sembuh.
Sebagai ucapan terima kasih, rajawali menghadiahkan jubah ajaib kepada Nero. Dengan jubah tersebut, Nero bisa terbang setinggi-tingginya. Tetapi Nero sangat merahasiakan keajaiban jubah tersebut, tak ada seorang pun yang tahu, kecuali ibunya.
Suatu hari terdengar kabar bahwa di kerajaan terjadi kekacauan. Pusaka kerajaan, yaitu Pedang Aurora, dicuri oleh raksasa jahat. Tak ada seorang pun yang mampu mengalahkan raksasa jahat tersebut.
Hingga akhirnya kerajaan mengumum-kan sayembara, barang siapa yang mampu mengalahkan raksasa jahat akan diangkat sebagai Pangeran Kerajaan Andora. Nero pun merasa terpanggil untuk membantu kerajaan.
Dengan keyakinan hatinya, Nero kemudian meminta restu kepada ibunya untuk berangkat ke kerajaan. Meski berat, sang ibu melepas kepergian anaknya dan mendoakan anaknya agar berhasil.
Berbekal ketangkasan dan keajaiban jubah yang dimilikinya, Nero pun mampu mengalahkan raksasa jahat dan berhasil mengembalikan pusaka Pedang Aurora kepada kerajaan. Dengan bangga, sang raja menyambut keberhasilan Nero.
Saat itu juga Nero diangkat menjadi pangeran kerajaan. Ne-ro kemudian membawa ibundanya ke istana kerajaan. Berkat ketangkasan yang dimiliki, Pangeran Nero sering dipercaya oleh raja untuk memimpin pasukan dalam peperangan.

Raja sangat bangga dengan kemampuan yang dimiliki Pangeran Nero. Raja pun sering meminta putera pertamanya yang bernama Pangeran Andro agar belajar ba-nyak dari Pangeran Nero.
Karena pujian-pujian yang sering diberikan oleh raja kepada Pangeran Nero, hal itu membuat Pangeran Andro merasa iri hati dan menganggap Pangeran Nero sebagai ancaman dalam pergantian tahta kerajaan.
Pangeran Andro sering mencari kesempatan untuk mencelakai Pangeran Nero. Akhirnya, saat Pangeran Nero sedang mandi, Pangeran Andro menyelinap ke kamar tidur Pangeran Nero untuk menukar jubah ajaib dengan jubah biasa yang mirip bentuknya. Pangeran Andro segera menyem-bunyikan jubah ajaibnya.
Pangeran Nero tidak menyadari jubah ajaibnya telah berpindah tangan. Saat raja memerintah Pangeran Nero untuk menyampaikan surat rahasia ke Kerajaan Atas Angin, Pangeran Nero tak mampu menjalankan tugas tersebut.
Dengan pongahnya, Pangeran Andro menyanggupi untuk menjalankan perintah raja. Saat itu juga Pangeran Andro yang telah mengenakan jubah ajaib mencoba terbang. Ttapi apa yang terjadi? Pangeran Andro terbang tak terkendali dan semakin tinggi.
Dalam keadaan panik dan ketakutan, Pangeran Andro berteriak minta tolong. Seluruh penghuni istana sontak kebingungan. Kemudian sang raja buru-buru meminta Pangeran Nero agar menolong Pangeran Andro.
Pangeran Nero pun segera menghampiri Pange-ran Andro dan meminta Pangeran Andro berkata jujur tentang apa yang telah dia lakukan. Pangeran Andro juga disuruh melepaskan jubah ajaib yang telah dia curi.

Ajaib, seketika itu juga
Pangeran Andro terjatuh.
Dengan kesakitan dan penuh penyesalan, Pangeran Andro meminta maaf kepada Pangeran Nero dan berjanji tidak akan lagi mengulangi kesalahannya.
Dengan bijak Pangeran Nero memaafkan Pangeran Andro. Sejak saat itu, Pangeran Andro dan Pangeran Nero hidup berdamai. Raja sangat bahagia melihat keakraban kedua pangerannya. Kelak, sang raja akan mewariskan tahta kerajaan kepada Pangeran Andro, sedangkan Pangeran Nero dijadikan sebagai penasihat kerajaan.

Tinggalkan Balasan

Back to Top