Nyumbang Kartu ATM

Kisah nyata ini dialami oleh Lady Cempluk, seorang PNS muda yang bekerja di sebuah instansi di Sragen. Sayangnya, meskipun berparas cantik, sohib kita yang satu ini orangnya lalen alias pelupa. Menjelang akhir tahun lalu, Cempluk njagong ke pernikahan Jon Koplo, salah satu teman kantornya. Ndilalah ada beberapa teman kantor yang tidak bisa hadir, mereka hanya titip amplop sumbangan ke Cempluk untuk dicemplungkan di kotak sumbangan saat resepsi nanti.

”Kok akeh men ta, moga-moga ndak lupa hehehe…” ujar Cempluk sambil memasukkan beberapa amplop titipan itu ke dalam dompetnya. Singkat cerita, selesailah sudah acara jagong-menjagong. Keesokan harinya, berhubung tak banyak pekerjaan, Cempluk keluar bersama rekannya, Gendhuk Nicole, belanja di sebuah supermarket. Sebelum belanja, Cempluk berniat mengambil uang di ATM.

Tapi ketika membuka dompetnya, Cempluk kaget, kartu ATM yang biasanya ia simpan di situ ternyata tidak ada. ”Jangan-jangan katut kamu masukkan ke kotak sumbangan bersama amplop-amplop titipanku kemarin?” tanya Nicole yang kemarin melihat Cempluk memasukkan beberapa amplop di tas kecilnya.

Tanpa pikir panjang, Cempluk langsung menelepon Jon Koplo. ”Sori, Jon, mau tanya, apa di kotak sumbanganmu kemarin katutan kartu ATM?” tanya Cempluk. ”Tenang aja Bro, ada kok. Tapi mbok kalau nyumbang kartu ATM itu sekalian PIN-nya,” jawab Jon Koplo nyindir. ”Ssst, jangan bilang siapa-siapa ya. Isin aku. Nanti aku ke situ. Mau tak ambil,” ujar Cempluk kisinan.

Muhammad Amiruddin,
Karangasem RT 001, Banaran,
Kalijambe, Sragen

Solopos, 13 Maret 2013

Tinggalkan Balasan

Back to Top