Gawan Tempe

Terkadang kekeliruan itu menjadi hal yang wajar bagi setiap orang. Tetapi, dengan kekeliruan itu banyak juga yang merasa terhibur karena mengundang tawa. Seperti kasus yang dialami Lady Cempluk belum lama ini. Sehabis salat Magrib, warga Colomadu ini berniat menengok temannya, Gendhuk Nicole, yang sakit dan menjalani pengobatan di rumah. Lady Cempluk sudah menyiapkan khusus Nicole yang dia bungkus dalam tas kresek.

Ketika Cempluk hendak berangkat ke rumah Nicole, tiba-tiba ibunya memanggilnya. “Pluk, tulung mengko mampir nyang ngomahe Pak Koplo sisan ya, tuku tempe pitung ewu,” seru Ibunya. “Nggih, Bu,” jawab Cempluk sambil nyangking kresek gawan untuk Nicole dan berangkat ke rumah Gendhuk Nicole.Tapi berhubung takut bakal kelalen pesanan ibunya, Cempluk terlebih dulu mampir ke rumah Pak Koplo, sang juragan tempe. Setelah membelikan tempe pesanan ibunya, barulah Cempluk bergegas ke rumah Gendhuk Nicole.

Sesampai di rumah Nicole, Cempluk langsung mengetuk pintu. “Kula nuwun,” kata Cempluk. “Nggih mangga,” sambut ibunya Nicole membukakan pintu. “Eehh, Dik Cempluk, mangga pinarak mlebet,” kata ibu Nicole mempersilakan Cempluk masuk. Mereka pun asyik berbincang layaknya teman yang lama tidak bertemu. Setelah setengah jam berlalu, Lady Cempluk pun pamitan. “Sik ya, Ndhuk, tak bali sik. Cepet sembuh ya,” pamit Cempluk pada Gendhuk Nicole. “Matur nuwun lho, Pluk,” jawab Nicole.

Cempluk lalu mengambil gawan tas kresek-nya untuk diserahkan ke Gendhuk Nicole. Setelah serah terima gawan lalu Cempluk pulang. Tetapi alangkah kagetnya ketika sampai di rumah. Saat bungkusan kresek dibuka dan hendak diserahkan ke ibunya….blaiiik! Seketika itu juga Cempluk njenggirat kaget karena bungkusan kresek itu tak berisi tempe, melainkan berisi gawan yang sebenarnya dia sediakan untuk Gendhuk Nicole. “Oalah Pluk Pluk, mulane sesuk maneh dideleng dhisik,” kata ibunya dengan wajah ngampet ngguyu. Sementara Lady Cempluk hanya plenthas-plenthus, maju mundur antara kembali ke rumah Gendhuk Nicole atau tidak.

Bisri Nuryadi,
Bolon RT 004/RW 002,
Colomadu, Karanganyar.

Solopos, 29 Mei 2013

Tinggalkan Balasan

Back to Top