Ngreyen Motor

Jon Koplo warga Mojosongo, Solo, ini sedang bahagia karena berhasil membeli sepeda motor setelah menabung dari hasilnya bekerja. Meski hanya motor bekas, Koplo cukup bangga. Motor itu masih cukup bagus, layak untuk jalan-jalan, layak dibawa nongkrong bareng temantemannya. Agar motor itu tampil gaul, Koplo bermaksud memodifkasi beberapa bagian. Dia dengan cekatan menempelkan beberapa stiker, mengganti jok dan mencopot spion.

Agar lebih garang, Koplo mengganti knalpot motornya dengan knalpot bobokan. Suara knalpotnya jadi sangat keras dan memekakkantelinga. ”Hla, nek ngene kan tambah mantep, Mbus,” kata Koplo kepada Tom Gembus, tetangganya yang membantu memodifi kasi. Sebenarnya bukan itu saja alasan Koplo memodifi kasi knalpot motornya. Dia punya tujuan lain, yaitu ngreyen motor itu dengan ikut kampanye Pemilihan Gubernur Jawa Tengah (Pilgub Jateng).

Sebelum kampanye, Koplo mengajak Gembus berputar-putar mencoba motornya. Saat baru saja akan melewati sebuah lampu bangjo di dekat sebuah rumah sakit, mereka baru sadar ada polisi yang melakukan razia. Sadar tidak bisa menghindar, Koplo pasrah saat seorang polisimendekat. Koplo yakin bakal diberi surat bukti pelanggaran (tilang). Tapi, Koplo dan Gembus terkejut saat polisi itu tidak hanya memberikan surat tilang. ”Ayosaiki kowe wong loro push up adhep-adhepan ning tengene pit montormu,” kata polisi itu.

Saat Koplo dan Gembus pushup, polisi itu menghidupkan motor Koplo dan menggebergebernya. Koplo dan Gembus kaget dan telinga mereka sakit tiada tara. Setelah beberapa menit menghukum seperti itu, polisi itu menyuruh mereka pulang. ”Ra penak ta krungu swara knalpotmu? Kuwi sing dirasakke wong-wong gara-gara knalpotmu. Mulih kana, ganti knalpotmu!” kata polisi itu. Koplo dan Gembus lalu pulang dengan wajah paling mesakke sepanjang sejarah hidup mereka. Tangan mereka terus memegangi telinga yang masih berdenging. ”Kupingku wis ra krungu apa apa, Mbus.” ”Kupingku kaya nggo omah tawon, Plo.”

Hartanto
Jl Mawar No 20, Perum Sapen Raya,
Sapen RT 001/RW 010,
Mojolaban, Sukoharjo

Solopos, 31 Mei 2013

Tinggalkan Balasan

Back to Top