ARTI LEBARAN INDAH

Oleh : Anita Syafi’ah
Lebaran tinggal beberapa hari lagi, tapi Indah juga belum dibelikan baju baru oleh orang tuanya. Indah selalu terlihat murung. Padahal Indah tergolong anak yang periang dan murah senyum. Tetapi akhir-akhir ini Indah lebih sering mengurung diri di kamar. Orang tua Indah pun merasakan perubahan pada anaknya itu.
”Indah, mengapa akhir-akhir ini kamu sedih Nak?” tanya Ibunya. Tapi Indah cuma menggelengkan kepalanya.
”Ayah, teman-teman Indah sudah beli baju baru, mengapa Indah belum juga dibelikan?” tanya Indah dengan nada sedih.
”Sabar ya Indah, nanti kalau ada rezeki pasti Ayah belikan,” jawab Ayahnya sambil mendekati Indah.
”Indah malu Bu!” ucap Indah ketus.
”Kenapa malu?” jawab Ibunya pelan.
”Indah malu karena cuma Indah yang tak punya baju baru, pasti teman Indah akan mengejek Indah!” jawabnya hampir menangis.
Ayah dan ibu Indah pun hanya terdiam. Mereka tak kuasa menjawab karena memang belum ada uang untuk membelikan Indah baju baru.
***
Keesokan harinya ketika belajar di sekolah Indah mendengarkan cerita dari ibu gurunya.
”Pada suatu hari ada dua anak yang akan melaksanakan salat. Mereka berjalan bersamaan. Yang satu anak seorang pengemis dan yang satu anak orang kaya. Ketika salat anak pengemis itu salat dengan khusyuk. Tapi tidak untuk anak kaya tadi. Dia terlalu sibuk memamerkan baju barunya. Lalu apa selanjutnya yang terjadi pada mereka?” tanya Ibu Guru.
Anak-anak diam penasaran akan cerita ibu guru tadi.
”Dan takdir Allah berkehendak mereka berdua meninggal karena kecelakaan. Ketika di akhirat, malaikat membawa anak orang kaya yang memakai baju baru tadi ke neraka dan anak pengemis yang memakai baju lama tadi ke surga,” ibu guru menghentikan ceritanya.
Anak-anak dengan seksama mendengarkan cerita dari ibu guru. Termasuk Indah, ia sangat antusias dengan cerita dari ibu gurunya.
”Lalu bagaimana Bu?” tanya Icha teman sebangku Indah.
”Di hadapan Allah SWT kita semua sama. Semua karena amal kita bukan apa yang kita pakai. Di hari Lebaran baju kita tidak harus baru, baju lama pun akan telihat baru jika hati kita bersih,” ujar Ibu Guru menasihati.
”Jadi Lebaran bukan berarti baju baru dong Bu. Yang terpenting arti kemenangan dan saling memaafkan ya Bu?” tanya Indah. Ibu guru mengangguk tersenyum mendengar pertanyaan muridnya.
Sepulang sekolah Indah langsung menghampiri Ibunya dan memeluknya erat.
”Ibu maafkan Indah yah? Indah sadar ternyata Lebaran itu hati kita yang bersih dan baru bukan bajunya yang baru,” ucap Indah menyesali sikapnya selama ini.
”Nah betul itu yang dinilai Allah kan amal kita bukan bajunya. Indah mau kan masuk surga?” tanya Ibunya menggoda.
”Pasti dong Bu, Indah kan anak yang baik,” ucap Indah bangga. Ibunya tersenyum bahagia. Selesai.

Tinggalkan Balasan

Back to Top