Jebul Pak Dosen

Kisah ini bermula saat Jon Koplo ingin memberi kejutan ulang tahun kepada Lady Cempluk, sahabatnya satu kelas, tepat pada hari ulang tahunnya, Rabu (22/5) lalu. Teman sekelas pun sudah sepakat akan memberi kejutan kepada Cempluk, yang memang terkenal ngaret kalau berangkat ke kampus. Tepat pukul 07.00 WIB, Koplo mengomando teman-temannya dan sibuk mengatur rencana karena mereka tahu Tom Gembus, sang dosen, pamit tidak mengajar.

“Cempluk gak ngerti, nek dina iki Tom Gembus gak berangkat,” ujar Koplo kepada teman-temannya. Pintu kelas pun ditutup rapatrapat. Rencananya, begitu Cempluk membuka pintu, mereka akan meniup terompet, meletuskan balon, melempar tepung dan melemparkan telur ke muka Cempluk. Saat ada suara jejak langkah
menuju kelas, Koplo memberi aba-aba kepada teman-temannya. Begitu gagang pintu dibuka, “Surprise, Selamat ulang tahun…,” suara mereka ramai sekali, sambil serempak meniup terompet, meletuskan balon, melempar tepung dan telur. Namun apa yang terjadi saudara-saudara? Kelas menjadi hening seketika.

Ternyata yang datang bukanlah Cempluk, melainkan Tom Gembus! Kontan saja wajah sang dosen acakacakan plus bau telur. “Apa-apaan ini? Siapa yang ulang tahun? Ide siapa ini pake lempar tepung dan telur segala?” tanya Tom Gembus dengan nada marah. “Ma… ma…. ma… af Pak, sebenarnya kami ingin memberi kejutan ini untuk ulang tahun Cempluk. Kami mengira Bapak tidak hadir karena kemarin sudah SMS kalau hari ini tidak masuk,” jawab Koplo gemeteran. “Hlo, saya sudah SMS Cempluk, untuk memberi kabar bahwa saya tidak jadi izin. Dia belum datang ta?” tanya Tom Gembus penasaran. Akhirnya Pak Tom Gembus tidak jadi mengajar di kelas Koplo, mungkin karena marah atau karena badan dan tubuhnya acak-acakan kena tepung dan telur.

Anik Widayati,
Guru SD Candirejo I, Semin,
Gunungkidul, Yogyakarta 55854

Solopos, 3 Juni 2013

Tinggalkan Balasan

Back to Top