Makan Kerupuk Kompos

Kisah menggelikan ini terjadi beberapa waktu yang lalu. Sehari sebelumya, Jon Koplo yang seorang guru SD ini piknik bersama murid-muridnya di sebuah agrowisata di lereng Gunung Lawu. Nah, saat pulang, setiap pengunjung mendapat bingkisan sebuah tanaman di pot kecil dan sekaleng pupuk kompos. Sampai di rumah, Koplo ingat kalau sang mertua memiliki hobi berkebun.

Esoknya, dia pun sowan mertua untuk memberikan oleh-oleh. ”Bu, niki pupuk sae, sampun diimpor teng luar negeri,” kata Jon Koplo kepada Lady Cempluk, mertuanya. ”Iya, Le, matur nuwun.” Tanpa ba-bi-bu Lady Cempluk segera membuka kaleng pupuk itu. Koplo pun senang, pemberiannya diterima baik. Namun, hal yang tak terduga terjadi, begitu membuka kaleng, tiba-tiba Lady Cempluk langsung memasukkan glindhingan pupuk itu ke dalam mulutnya. ”Lho, kok didhahar ta Bu?” teriak Koplo panik. ”Lha jaremu krupuk,” kata Cempuk dengan polos. ”Pupuk Bu,” ujar koplo menahan tawa.

Langsung saja Lady Cempluk memuntahkan isi mulutnya. Ternyata Cempluk salah dengar, pupuk dikiranya kerupuk. Memang, kemasan kaleng pupuk kompos itu sangat mirip dengan kaleng makanan,isinya pun mirip pilus, hanya warnanya saja yang hitam. Jon Koplo pun hanya bisa ngikikmenahan tawanya. Mau bertanya ‘eco Bu’ tapi takut kualat.

Peni Tri H, Nayu Wetan RT 005/
RW 018, Nusukan, Solo 57135.

Solopos, 5 Juni 2013

Tinggalkan Balasan

Back to Top