Milik Tetangga

Seperti biasa, setiap Rabu malam Jon Koplo dan Tom Gembus bermain futsal bersama teman-teman seklub di kampusnya. Sayangnya malam itu Jon Koplo tidak begitu fi t. Tidak sampai 15 menit ia sudah minta ganti, lalu keluar lapangan dan duduk di samping Tom Gembus yang juga tengah istirahat. “Kenapa duduknya jejer lapangan sebelah, Mbus?” tanya Koplo sambil mengelap keringat. “Lha situ lagi dipel, makanya jadi satu di sini,” jawab Gembus sambil menuju lapangan untuk bermain lagi.

Setelah beberapa saat menahan haus Koplo melihat sebotol air minum di dekat tempat duduk Tom Gembus tadi. Menyangka minuman itu milik Gembus, dengan nekatnya Koplo langsung meminumnya. Nah, saat Koplo menenggak minuman itulah ndilalah Gembus keluar lapangan. “Wah, ombenombenanmu saiki kaya wong sugih, Plo. Kene njaluk!” kata Gembus sambil merebut minuman itu dari tangan Koplo. Koplo pun kaget dengan ucapan Gembus yang berarti minuman tadi bukan milik Gembus.

Belum hilang rasa kaget Koplo, tiba-tiba datangah seseorang dari lapangan sebelah sambil thingakthingukmencari sasuatu, lalu melihat Koplo dan Gembus yang sedang rebutan minuman. Gembus pun tanggap, lalu bertanya, “NgapuntenMas, apakah ini minuman njenengan?” “Iya, Mas,” jawab orang itu. “Wadhuh, ngapunten Mas, tiwas saya minum. Saya kira ini milik teman saya ini,” ujar Koplo sambil klincutan. “Ndak papa Mas, habisin saja,” jawab orang itu seolah ngelulu. Beberapa teman yang mengetahui kejadian itu pun spontan ngguyu ngakak…

Andreas Yoga Arditama, Karang
Lor RT 003/RW 001 Karang Lor,
Manyaran, Wonogiri 57662

Solopos, 8 Juni 2013

Tinggalkan Balasan

Back to Top