Pahlawan Kewirangan

Di kampusnya, sebuah perguruan tinggi swasta di Solo, Jon Koplo aktif dalam kegiatan UKM bela diri. Maka jangan heran kalau jiwa membela kebenaran sudah tertanam dalam hatinya. Beberapa waktu lalu ketika ia selesai berlatih dan hendak pulang ke rumahnya, Koplo mampir di Manahan untuk sekadar cuci mata sambil minum es cendol. Tak jauh dari tempat itu Koplo melihat seorang pemuda merebut HP dari tangan seorang gadis, lalu membawanya lari.

“Endi HP-ku…!” teriak gadis itu sambil mengejar si pemuda. Koplo sebenarnya berlagak cuek, tapi karena si cewek berparas cantik, Koplo langsung tergerak hatinya. “Kesempatan unjuk gigi nih, mumpung cewek-e ayu,” batin Koplo. Bak pahlawan pembela kebenaran, Koplo langsung cancut taliwanda. Dikejarnya pemuda yang memang larinya tidak begitu cepat itu. “Heh, jambret! Kembalikan HPnya!” bentak Koplo sambil menangkap tangan orang itu.

Koplo semakin tertantang karena pemuda tadi justru menatapnya dengan aneh. “Balekke apa tak ajar dhewe?!” tantang Koplo sambil mencengkeram kerah baju pemuda itu dan menunjukkan tinjunya. “Mas… Mas… Iki pacarku. Iki mau gur gojek kok,” kata pemuda itu. Koplo jadi yakin setelah cewek itu mengiyakan. Rupanya pemuda itu merebut HP pacarnya dari belakang untuk sekadar bercanda. Mak prempeng, muka Koplo langsung memerah karena kisinan. Ia pun melapas cengkeramannya sambil meminta maaf. “Sori Bro, tak kira jambret,” katanya sambil cengar-cengir menahan malu.

Mardiyah,
Lempong, Jenawi, Karanganyar,
mardiyah17_dheyach@yahoo.co.id

Solopos, 17 Juni 2013

Tinggalkan Balasan

Back to Top