Tiwas GR

Kejadian ini sudah berlangsungcukup lama, yaitu ketika Jon Koplo masih bekerja sebagai sales executive sebuah diler motor di Kota Solo. Kebetulan waktu itu ia mendapat tugas membagi brosur iklan sepeda motor di daerah sekitar Balaikota Solo. Setelah selesai menyebar brosur, Koplo kembali ke kantor untuk melakukan evaluasi.

Tak lama kemudian HP Koplo berbunyi, rupanya ada SMS masuk. “Selamat siang, Pak Jon Koplo. Silakan datang ke kantor Balaikota, perihal brosur iklan sepeda motor yang Anda sebar di Balaikota. Terimakasih, Tom Gembus”. “Nah, ini dia…!” batin Jon Koplo sambil membayangkan bonus yang akan diterima apabila ia bisa mendapatkan konsumen. “Siapa tahu ada pesanan kolektif,” pikirnya. Setelah janjian tempat dan waktu, Koplo pun meluncur ke Balaikota. “Njenengan yang bernama Jon Koplo?” tanya pegawai yang bernama Tom Gembus. “Benar, Pak. Ada yang bisa saya bantu, Pak?” balas Koplo. “Maksud saya memanggil Saudara, untuk konfi rmasi apakah Saudara sudah membayar pajak terkait dengan brosur iklan ini?” tanya Pak Tom Gembus sambil menujukkan brosur yang tertera nama dan nomor telepon Jon Koplo.

Jon Koplo kebingungan, setahu dia, biasanya brosur tidak ada pajaknya. Ia pun menjawab diplomatis, “Maaf, Pak. Akan saya konsultasikan dulu dengan atasan saya. Saya mohon pamit, nanti kami hubungi lagi,” jawab Koplo sambil meninggalkan Balaikota sambil ngedumel, “Wah jan tak kira arep tuku montor je, bul njaluk pajek brosur. Asem ki!” Koplo misuh-misuh sendiri.

Trianto,
Gonilan RT 002/RW 005
Kartasura, Sukoharjo

Solopos, 21 Juni 2013

Tinggalkan Balasan

Back to Top