Sing Ngarep GR

Hari Minggu pagi, Lady Cempluk libur sekolah. Berhubung tidak ada kegiatan, pelajar SMA negeri di Solo ini pengin klintongklintong ke pasar untuk sekadar jalan-jalan sambil cari sarapan. Kebetulan pasar itu tidak begitu jauh, cuma sekitar 200 meter dari rumahnya. “Idhep-idhep cari udara pagi sambil cuci mata,“ begitu pikirnya.

Ndilalah di depan sebuah rumah di pinggir jalan yang akan dilalui Cempluk ada segerombolan pemuda yang sedang jagongan. “Ups, ada banyak nyawa!” batin Cempluk. Cempluk deg-degan ketika hendak melewati cowok-cowok yang sedang kongkow-kongkow itu. Apalagi mereka langsung menoleh ke arahnya. Namun bukan Lady Cempluk kalau tidak pasang badan. Merasa jadi pusat perhatian, ketika berjalan tepat di depan rombongan cowok tadi, dengan santainya ia malah memperlambat langkah sambil mesam-mesem sendiri agar terlihat cantik.

Baru 2 meter ia meninggalkan segerombolan pemuda itu, terdengar siulan, “Suit-suiiit…! Ehmmm, cantiknya… Mau ke mana, Mbak?” Merasa disapa, Cempluk pun menghentikan langkahnya sambil menoleh, “Mau ke pasar, Mas,” jawabnya. Namun saat menoleh itulah Cempluk njenggirat kaget ketika ada seorang gadis cantik berjalan di belakangnya. Ups, ia baru sadar, rupanya yang disapa tadi bukan dia. Para pemuda itu bahkan nyoraki Cempluk sambil tertawa, “Weee, sing ngarep GR kuwi!” teriak mereka. Merasa kisinan abis, Cempluk pun langsung ngeciprat lari dengan wajah bukan lagi abang-ireng, tapi lorek-lorek!

Farhana Labiqoh,
kelas XI IPA 5, MAN 1 Solo

Solopos, 29 Juni 2013

Tinggalkan Balasan

Back to Top