Salah Masuk Rumah Sakit

Siapa yang tidak panik ketika tiba-tiba sang suami mendadak sakit. Itulah yang dialami Lady Cempluk, ibu rumah tangga yang tinggal di sebuah perumahan di Colomadu ini. Sang suami, sebut saja Jon Koplo, adalah seorang staf pengajar universitas di luar pulau yang hanya pulang paling tidak sepekan sekali. Nah, beberapa waktu lalu ketika pulang itulah Jon Koplo merasakan perutnya sakit. Cempluk pun panik. Takut terjadi apa-apa, Cempluk berniat membawa suaminya ke rumah sakit.

Saat bingung akan dibawa ke rumah sakit mana, tiba-tiba mak cling… Lady Cempluk teringat ada rumah sakit baru di Jl. Adisucipto yang namanya mirip-mirip sebuah rumah sakit swasta di Solo. “Wis, njajal kono wae, sing cedhak,” pikir Cempluk sambil mengemudikan mobilnya karena tidak tega melihat suaminya yang sudah pringas-pringis sambat kesakitan. Sambil menuntun suaminya, Cempluk pun masuk rumah sakit yang masih kinclong itu. Di sana ia disambut dua orang perawat, Tom Gembus dan Gendhuk Nicole. “Tolong Mas, Mbak, suami saya… Dokternya mana? tanya Cempluk. “Dokternya tidak ada, Bu. Kalau perlu penanganan, kami akan panggilkan dulu,” jawab Nicole.

“Apa?! Rumah sakit sebesar ini dokternya tidak ada?!” Cempluk muntap. “Hla Bapak ini kenapa, Bu!?” tanya Tom Gembus. “Sakit perut. Harus segera ditangani dokter. Mana dokternya?” Cempluk mencak-mencak saking paniknya. “Maaf, Bu. Lebih baik Bapak ini Ibu bawa ke rumah sakit umum saja, karena di sini rumah sakit khusus untuk pasien sakit jiwa dan syaraf…” terang Gembus. “Haaaah…!!!” Cempluk njenggirat kaget. Ia memang belum mudheng kalau rumah sakit baru itu adalah rumah sakit jiwa dan syaraf. Dengan dibantu dua perawat tadi, Cempluk membawa Koplokembali ke mobil.“Wooo,
berarti sing sarap malah aku iki…!” batinnya sambil pringaspringisngampet isin.


Tatik Kusmiyati,
Karangasem
RT 001/RW 008 Karangasem,
Laweyan, Solo 57145

Solopos, 2 Juli 2013

Tinggalkan Balasan

Back to Top