KTP-nya Enggak Laku

Kisah memalukan ini sebenarnya tak perlu terjadi jika Jon Koplo tidak suka nggampangke. Pagi sebelum mengajar, guru SMA di Sukoharjo ini mengecek tangki bensin motornya. “Isih cukup. Ngko tuku baline wae,” batinnya begitu melihat isi tangkinya tinggal sak crit. Ia mengecek dompetnya juga. “Alhamdulillah, jik ana pitung ewu, pas nggo sak liter,” gumamnya. Kemudian Koplo pun berangkat. Setelah mengajar dengan semangat dari pagi sampai siang, akhirnya Jon Koplo lupa soal bensinnya. Kecapaian ditambah lapar dan haus, akhirnya pas jam istirahat, ia wedangan di warung depan sekolah.

Setelah kenyang, Koplo pun melanjutkan mengajar sampai tengah hari. Pulangnya, ketika sampai di parkiran Koplo kembali teringat bensinnya dan uang Rp 7.000 yang ia habiskan tadi. Dengan perasaan harap-harap cemas ia pun mengendarai motornya. Namun belum ada setengah perjalanan, tiba-tiba motornya mak dhet… dhet… dhet…. Lalu mak klekek, mati! “Wah, wis! Lali rung tuku bengsin, dhuwite entek sisan! Kaco… Kaco!” omelnya. Ia pun terpaksa nuntun motornya. Ndilalah tak jauh dari tempat itu ada kios bensin yang dijaga seorang ibu. “Eee, maaf Bu, bensin saya habis tapi saya tak punya uang.

Kalau utang satu liter saja boleh, Bu? Nanti saya ke sini lagi setelah ambil uang,” pinta Koplo. Beruntung penjual bensin itu mengiyakan. “Bu, biar Ibu percaya, ini saya ninggal KTP,” ujar Koplo sambil menyodorkan KTP-nya setelah tangki motornya terisi bensin. Tapi apa jawaban si penjual bensin? ”Ndak usah, Mas. Wong kemarin ada orang ngisi satu liter ninggal STNK saja sampai sekarang nggak diambil kok. Jangankan cuma KTP,” kata ibu itu. Ups! Koplo langsung kisinan. Setelah mengucap terima kasih, ia pun pergi dengan niat akan kembali secepatnya untuk mbayar utang.

Ibnu Ka’ab, Sidowayah RT 001/
RW 006 Ngreco, Weru, Sukoharjo

Solopos, 5 Juli 2013

Tinggalkan Balasan

Back to Top