Tukang Cuci Motor Dadakan

Jon Koplo, anak kelas XI sebuah SMA di Wonogiri ini sedang kasmaran dengan Gendhuk Nicole. Dalam rangka pedekate, suatu siang Koplo bermaksud bertandang ke rumah Gendhuk di daerah Manyaran. Berbekal CB pemberian sang ayah, Koplo pun nggeber motornya ke rumah sang pujaan hati. Namun sial, di tengah perjalanan turun hujan lebat sehingga ia harus ngeyup cukup lama sampai hujan reda.

Sialnya lagi, saat mengendarai ada lubang di jalan karena tertutup air hujan sehingga ban motornya ercebur mak byuurrr… Parahnya, air genangan tadi nyiprat ke pengendara lain, seorang ibu-ibu yang berhenti di pinggir jalan. Keruan saja ibu itu mencak-mencak. “Wooo… Cah edan! Piye iki, klambiku teles kabeh?!” omelnya. Karena takut, Koplo segera menarik gas motornya dan segera melupakan kejadian tadi.

Sampai di rumah Gendhuk, ia segera disambut sang pujaan hati. “Mas, kita ngobrol di sini saja ya, sekalian nunggu warung, soalnya ibu baru kulakan. Sebentar, tak buatkan teh dulu,” ujar Gendhuk lalu masuk ke rumah. Tak berapa lama, datanglah Lady Cempluk, ibu Gendhuk Nicole mengendarai motornya. “Ndhuk, tolong ini barangnya dimasukin warung. Ibu tak ganti baju dulu,” teriak Bu Cempluk. Koplo njenggirat kaget setelah melihat Bu Cempluk. Ternyata ia adalah orang yang bajunya klebus kecipratan air dari motornya tadi. Mengetahui “sang musuh” berada di hadapannya, Bu Cempluk pun menantang, “Hayo, pilih ngumbahke motorku apa ngedusi aku?” Dengan perasaan tak keruan, Koplo pun terpaksa menyanggupi untuk mencuci motor.

Andreas Yoga Arditama
Karanglor RT 003/RW 001
Karanglor, Manyaran, Wonogiri

Solopos, 8 Juli 2013

Tinggalkan Balasan

Back to Top