Ijazahnya Tidak Payu

Beberapa waktu lalu di sebuah gedung pertemuan di Solo diadakan job fair yang diikuti beberapa perusahaan yang membutuhkan pegawai baru. Mendapat info kalau ada job fair, Gendhuk Nikole sangat antusias untuk ikut. Segera ia bongkar-bongkar lemari untuk mencari ijazahnya. Setelah semua
persyaratan lengkap, berangkatlah ia ke arena bursa kerja itu.

Sesampai di sana, Gendhuk mencari-cari lowongan yang sekiranya sesuai dengan minat dan lowongan yang tersedia untuk lulusan SMA. Setelah berputar-putar, akhirnya Gendhuk menemukan satu stan yang mencari pegawai minimal lulusan SMA. Karena merasa semua persyaratan sudah komplet, dengan PDnya Gendhuk menyerahkan berkasberkas yang dibungkus dengan map itu kepada penjaga stan.

Setelah dicek oleh penjaga stan, tiba-tiba map dikembalikan lagi kepada Genduk. ”Hlo, kok dikembalikan lagi, Mas?” tanya Gendhuk heran. Si penjaga stan menjawab, ”Maaf Mbak Genduk, kami mencari pegawai yang minimal lulus SMA, bukan SMP.” Seketika itu juga Gendhuk membuka isi mapnya lagi dan… ups, ternyata ijazah yang dibawanya ijazah SMP, bukan ijazah SMA-nya. Rupanya ia telah keliru memasukkan ijazahnya. Dengan wajah abang-ireng karena malu dilihat banyak orang, Gendhuk pun buru-buru berpamitan dan mak plencing… pulang.

M. Afin Alghifari,
Sedahromo Lor RT 001/RW 007
Kartasura, Sukoharjo

Solopos, 10 Juli 2013

Tinggalkan Balasan

Back to Top