Roti Kok Bisa Bunyi?

Sejak memakai gigi palsu, Jon Koplo kakek 60 tahun yang tinggal Kecamatan Gedong Tengen, Jogja ini lebih selektif dalam memilih makanan.Ia sengaja menghindari makanan yang keras-keras dan cenderungpilih yang empuk-empuk. Belum lama ini, Tom Gembus, anak pertamanya, mendapat rezeki karena menang undian TTS dari sebuah koran lokal di Jogja.

Sebagai anak yang berbakti, Gembus membelikan sebungkusroti bakar kesukaan ayahnya. Tentu saja Mbah Koplo senang.Lalu roti bakar yang masih kebulkebul itu dihidangkan Ketika sedang asyik mengunyah, Mbah Koplo merasa ada kerikil yang terkunyah oleh giginya. Merasa terganggu, Mbah Koplo memuntahkan roti kunyahannya, lalu melemparkan ke tempat sampah.

Sayang, roti itu tidak masuk ke kotak sampah tapi melenceng dan mengenai kaleng. Yang membikin Mbah Koploheran, ketika mengenai kaleng, roti lembek itu ternyata bisa mengeluarkan bunyi mak klonthang…! “Lo, roti kok bisa bunyi?” kata Mbah Koplo heran.

Namun ketika Mbah Koplo berkata begitu, anak dan cucu-cucunya langsung ngakak tertawa melihat penampakan mulut Mbah Koplo.“Mbah, yang bunyi bukan rotinya, tapi gigi palsu Simbah yang kena kaleng!” kata Lady Cempluk, cucunya. Sambil ngguya-ngguyu kisinan, Mbah Koplo pun mengambil gigi palsunya, lalu mencucinya dengan air hangat dan memasangnya kembali.


Herumawan Prasetyo,

Pringgokusuman GT II/ 537 A
Jogja 55272

Solopos, 26 Juli 2013

Tinggalkan Balasan

Back to Top