Pulang Awal, Buka Awal

Hari-hari selama Bulan Ramadan benar-benar dinikmati oleh Jon Koplo, seorang karyawan sebuah sentra kerajinan skala rumah tangga di kawasan Mojosongo, Solo. Betapa tidak, setiap pulang kerja sampai rumah pukul 17.00 WIB, di meja makan sudah tersedia menu bukapuasa yang disediakan oleh sang ibu, Lady Cempluk. Setelah mandi dan ganti baju, biasanya langsung dhul, alias saatnya berbuka puasa.

Pas banget. Pekerjaannya yang biasanya cukup berat pun selama .Puasa dialihkan menjadi bagian yang agak ringan yaitu menggunakan alat bertenaga listrik. “Lumayan, tidak terlalu capek seperti biasanya,” ujar Koplo ketika ditanya ibunya. Selama bulan Ramadan memang kegiatan di sentra industri itu lebih banyak menggunakan tenaga listrik, kegiatan menggunakan tenaga manusia diundur pengerjaannya.

Hla ndilalah suatu hari, entah kenapa, tak ada angin tak ada hujan, listrik di desa itu tiba-tiba mak pet… padam. Otomatis, semua pekerjaan yang menggunakan listrik tidak bisa dilaksanakan. Karena sudah tidak ada yang dikerjakan, pukul 16.00 WIB, Koplo pamit pulang. Sampai di rumah, Koplo heran karena tidak seperti biasanya, hidangan buka puasa belum tersaji di meja.

Ibunya juga tidak tampak di dalam rumah. “Ah, mungkin Ibu ada acara sehingga belum sempat menatanya,” pikir Koplo. Karena perut sudah keroncongan, setelah mandi dan ganti baju, Koplo langsung meluncur ke dapur, mengambil piring dan seisinya, dan telaptelep makan dengan lahap setelah nyruput air es dari kulkas. Tiba-tiba, ibunya nongol dan kebingungan.

“Hlo, Plo, belum Magrib, kok sudah makan?” tegur ibunya. Koplo kaget dan terbengongbengong. Ia baru sadar kalau tadi ia pulang gasik gara-gara listrik mati. “Waduh… Iya, lupa..!” jawab Koplo langsung menghentikan makannya dan menunggu saat buka puasa yang masih sekitar satu jam lagi.

Nuri Aryati,
Jl. Dewa Ruci 3, Krapyak
RT 001/RW 007 Pucangan,
Kartasura, Sukoharjo

Solopos, 1 Agustus 2013

Tinggalkan Balasan

Back to Top