Kambing Kembar

Kisah nyata ini dialami Jon Koplo yang berprofesi sebagai belantik kambing. Alkisah, pada Jumat, 24 Mei 2013 ketika ada pasaran di Pasar Gawok, ada seorang pelanggan, sebut saja Tom Gembus warga Trosemi, memesan seekor kambing jantan untuk srah-srahan manten anak laki-lakinya yang ragil. Karena tak ingin repot, kambing itu diminta untuk diantar pas hari H, yaitu Minggu (26/5).

Setelah mendapatkan kambing, Tom Gembus pun pulang. Ndilalah sampai di rumah, Gembus diberi kabar bahwa Gendhuk Nicole, anaknya yang pertama, melahirkan bayi perempuan dan minta dibelikan kambing untuk akikahan. Kemudian Gembus menelepon Koplo dan memesan satu ekor kambing lagi dan minta di antar tujuh hari yang akan datang. Rencananya, syukuran sepasaran manten dibarengkan dengan akikahan cucunya hari Kamis (30/5).

Koplo pun menyanggupinya. Pada hari Senin (27/5), sehari setelah srah-srahan manten, ketika berada di pasar Koplo melihat ada orang menjual kambing persis plek dengan kambing yang dibeli Tom Gembus lalu. Dan ternyata benar, kambing itu adalah kambing untuk srah-srahan manten. Rupanya besan Gembus tidak menyembelih kambing itu tapi menjualnya lagi ke Pasar Gawok. Karena kambing itu bagus, akhirnya Koplo membelinya dan akan dijual lagi ke Pak Gembus untuk akikahan cucunya.

Nah, pada Kamis (30/5) Koplo mengantarkan kambing itu ke Tom Gembus. Rupanya Tom Gembus juga tidak pangling dengan kambing itu. “Pak Jon, ini kok seperti kambing saya untuk srahsrahan manten kemarin ya?” tanya Gembus curiga. Koplo bingung mau menjawab apa.

Tapi untuk menjaga nama baik dan hubungan antara Tom Gembus dengan besan, Koplo terpaksa berbohong, ”Bukan, Pak. Kambing srah-srahan sudah disembelih, Yang ini kambing kembarannya. Dulu saya beli dua ekor kambing kembar.” Pak Gembus cuma menganggukangguk puas karena mendapatkan kambing bagus. Sementara Koplo dalam hati ngguyu ngakak, “Kena deeeh…!”

Gantang Faqih Ulinnuha,
Kelas XI IPA SMAN 7 Solo

Solopos, 6 Agustus 2013

Tinggalkan Balasan

Back to Top