Dikira Serbet

Libur Lebaran tahun ini membawa kesan tersendiri bagi Jon Koplo saat mudik ke kampung halaman. Bukan masalah ketemu keluarga, silaturahmi atau kesan temu kangen dengan teman lama, namun peristiwa nostalgia saat membuat “nasi godok” kesukaan ibunya, Lady Cempluk.

Seusai Lebaran, Lady Cempluk meminta dibuatkan ”nasi godok” untuk sarapan. ”Le, tulung gawekna nasi godhog sing uenak, kaya zaman cilikanmu biyen kae.” pintanya. Sebagai anak yang memang pinter masak sejak kecil, Koplo langsung sendika dhawuh.

Ia segera menuju dapur, menyiapkan nasi, plus uba rampe-nya berupa sayuran dan beberapa bumbu dapur. Setelah mencuci sayuran, karena tangannya basah Koplo mencari serbet untuk mengeringkan tangannya. Sambil plingak-plinguk, dilihatnya kain putih ada di kursi, lalu dipakainya kain tersebut berulangkali selama memasak.

Nah, pas Koplo mengelap tangan, ndilalah ibunya njedhul dan langsung teriak, “Ealaaah… kuwi kathokku kok dinggo ngelap ki piye? Tak cepakke kono meh tak lebooke lemari je.” Tanpa merasa bersalah, Koplo spontan menjawab, ”Wo, hla kula kinten niki serbet kangge lap je, bul kagunganipun Ibu ta?” Namun karena memang merasa bersalah, Koplo segera minta maaf.Tak pelak, seluruh keluarga pun pada ngguyu ngakak.

FX Triyas Hadi Prihantoro,
SMA Pangudi Luhur Santo Yosef
Solo
triyashantoro@yahoo.com

Solopos, 14 Agustus 2013

Tinggalkan Balasan

Back to Top