Salah Parkir

Setelah delapan belas bulan menjadi mahasiswa pascasarjana di sebuah perguruan tinggi kondang di Semarang, Jon Koplo akhirnya bisa bernafas lega karena berhasil menyandang gelar magister. Praktis, waktunya terasa longgar sehingga bisa menjemput isterinya, Gendhuk Nicole, setiap pulang kerja.

“Aku nanti dijemput di pertigaan Pedurungan dekat bangjo ya,melalui HP. “Siap thok no!” balas Koplo penuh semangat. Waktu terus bergulir. Sesuai janji, begitu sampai di pertigaan dekat bangjo, Jon Koplo memarkirkan sepeda motornya. Tidak lama berselang, ada kendaraan umum berhenti.

Beberapa penumpang turun. Salah satu penumpang yang turun itu adalah seorang wanita bertubuh gemuk, sebut saja Lady Cempluk. Dengan penuh percaya diri, wanita itu mendekati Jon Koplo, melempar senyum dan dibalas Jon Koplo. “Mas, tolong antar ke Ketileng ya? Biasa…” ucap Cempluk.

Koplo segera tanggap. “Eh, Maaf Mbak, sa… saya bukan tukang ojek. Saya sedang menunggu istri saya kok,” balas Koplo salah tingkah sambil beranjak memindahkan motornya, setelah melihat di situ ternyata ada memang tulisan “Pangkalan Ojek”. “Ealah, hla wong lulusan magister kok dikira tukang ojek. Asem-ik,” gerutunya.

Budi Wahyono, Guru SMKN 7, Jl.
Simpanglima, Semarang 50241

Solopos, 23 Agustus 2013

Tinggalkan Balasan

Back to Top