Si Jadul Mogok

Di era modern ini, sebagian orang justru senang “memelihara” barang jadul (zaman dulu). Salah satu penggandrung barang jadul ini adalah, salah seorang warga Solo, sebut saja Jon Koplo. Meski mobil yang lumayan bagus, namun karena ingin tampil nyentrik, awal bulan puasa lalu ia membeli sebuah mobil kuno yang dulu sering disebut montor kodhok. Setelah transaksi berjalan mulus, kini tibalah saatnya Koplo ngreyen mobil antiknya. Diajaknya sang teman, Tom Gembus.

Namanya saja mobil jadul, pasti ada kelebihannya dan kekurangannya. Kelebihannya, Jon Koplo boleh mesam-mesemketika banyak pengendara lain memperhatikan mobilnya, terutama ketika berhenti di lampu bangjo. Begitu juga ketika sampai di bangjo pertigaan Sriwedari, Jl. Slamet Riyadi. Hampir semua pengendara lain termasuk polisi yang berjaga di pos, memperhatikan dan mengagumi mobil Koplo. Koplo sendiri hanya pasang aksi cuek sambil manggutmanggut seiring dengan musik yang didengarnya.

Masalah mulai muncul ketika lampu hijau menyala. Tak ada hujan tak ada angin, tiba-tiba saja mobil itu mogok. Berulangkali Koplo mencoba menghidupkan, tapi hasilnya nihil. Sementara mobil-mobil lain di belakangnya bersahutan membunyikan klakson menambah Koplo semakin gugup. Tak ada cara lain, Koplo dan Gembus harus keluar untuk mendorong mobilnya. Sialnya, ketika akan membuka pintu mobil, si pintu juga ikut-ikutan ngadat.

Berulangkali dioglek-oglek sang pintu tak mau terbuka juga. Melihat suasana tidak kondusif, apalagi dua orang polisi sudah berjalan mendekatinya, Koplo bertambah panik karena surat-surat mobilnya memang tidak komplet. Saking gugupnya, Koplo dan Gembus terpaksa mbrobos keluar lewat jendela mobil. Keruan saja para pengendara lain yang semula anyel karena terganggu malah pada ketawa ngakak, termasuk dua orang polisi yang akhirnya malah ikut mendorong mobil itu.

Rosy Anjasmara K,
Soropadan RT 001/RW 008,
Karangasem, Laweyan, Solo

Solopos, 26 Agustus 2013

Tinggalkan Balasan

Back to Top