Untung Ada Taplak

Ada-ada saja kejadian lucu yang menyertai suasana Lebaran lalu, dari celana yang dikira lap, label harga baju yang lupa tidak dilepas, amplop fi trah kosong, hingga dagangan roti kering yang dikira oleh-oleh. Tak kalah hebohnya kisah nyata yang dialami Lady Cempluk, salah satu siswa SMP negeri di Kota Bengawan ini.

Kejadian berawal ketika Cempluk dan teman-temannya sowan ke rumah Mbah Jon Koplo, salah seorang tetua di kampungnya. Setelah satu persatu sungkem, tibalah giliran Cempluk menghadap Mbah Koplo. “Mbah, ngaturaken Sugeng Riyadi, menawi wontenlepat kula nyuwun pangapunten…” Belum selesai Cempluk ndrindhil mengucapkan kata-kata, tibatiba terdengar suara mak“kkkrrreeekkk…!” Entah karena tubuh Cempluk yang kegemukan atau celananya yang kesempitan, ternyata celana panjang Cempluk robek di bagian bokongnya!

Kaget, bingung dan malu, wajah Cempluk langsung abang-ireng.Untung saja Mbah Koplo dengan sigap mengambil taplak yangada di meja sampingnya untuk menutupi celana Cempluk yang robek sambil berujar, “Ya, Pluk, tak terima maafmu, semoga badanmu jadi langsing biar celanamu tidak robek dan Simbah tidak tombok taplak meja lagi.” Orang-orang yang ada di situ pun pada mengamini sambil ngguyu ngekek ora entek-entek…

Nurlinda Harun,
Kelas VIII E SMPN 15 Solo

Solopos, 29 Agustus 2013

Tinggalkan Balasan

Back to Top