Diparani Jam Dinding

Jon Koplo adalah pasangan manten anyar yang tinggal di Kalijambe, Sragen. Mereka baru tiga bulan menikah. Tak heran kalau mereka lagi senang-senangnya berduaan. Beberapa waktu lalu, kampung Jon Koplo mengadakan perayaan agustusan. Banyak lomba diadakan, ada bal balan, kasti, tenis meja dan masih banyak lagi. Sebagai penggemar tenis meja, tentu Koplo tak menyia-nyiakan kesempatan itu.

Sudah tiga malam, sehabis Isya Koplo selalu nongkrong di arena pingpong bersama temantemannya hingga tengah malam. Kecintaannya terhadap olah raga ini rupanya menghilangkan selera untuk berduaan dengan istrinya. Tinggalah Cempluk yang klisikan kesepian tinggal di rumah sendiri. Tiap malam ditinggal pergi, akhirnya kesabaran Cempluk habis juga. Ia menyeret kursi, lalu menaikinya untuk mengambil jam dinding yang terpasang di rumahnya.

Ia tenteng jam dinding itu lalu berjalan menuju tempat perlombaan tenis meja di rumah mantan Pak Lurah. Sampai di sana, Cempluk clingak-clinguk mencari suaminya. Begitu melihat Jon Koplo, Cempluk menghampiri dan meletakkan jam yang sedang menunjukkan pukul 23.00 WIB itu tepat di depan tempat duduk sang suami. Dan tanpa bicara sepatah kata pun, Cempluk langsung ngeluyur pulang. Keruan orang-orang yang ada di situ pada mace Jon Koplo sambil ngguyu ngekek. Dengan wajah lesu Jon Koplo mengikuti istrinya pulang sambil membawa jam dinding.

Dewi Indriyani,
Pengger RT 001 Sambiduwur,
Tanon, Sragen.

Solopos, 31 Agustus 2013

Tinggalkan Balasan

Back to Top