Hunting cewek

Merasa sudah terlalu lama menjomblo dan ngebet selak kepingin punya pacar, Jon Koplo nekat menggunakan segala cara untuk hunting cewek, termasuk chatting melalui HP canggihnya yang sudah mempunyai fitur Internet.

Perjuangan jomblowan Solo ini mulai menampakkan hasil setelah berkenalan dengan Lady Cempluk yang mengaku sebagai mahasiswi salah satu universitas di Yogya.

Setelah SMS-an dan chatting-an, mereka pun sepakat untuk kopi darat. Mungkin karena Cempluk merasa waspada terhadap orang yang belum dikenalnya, ia sengaja tidak ngasih tahu nama kos dan alamatnya dengan komplet, melainkan hanya memberi ancer-ancer rumah kos warna oranye dekat makam yang terletak di sekitar kampus. Namun karena Koplo sudah kedereng selak kepingin ketemu, ia nekat nglurug ke Yogya.

Sampai di sana Koplo mencari kos-kosan sesuai ancer-ancer dari Cempluk. Ternyata, di sekitar kampus itu ada empat makam yang semuanya dekat dengan kos-kosan. Yang lebih membingungkan lagi, kos-kosan yang bercat warna oranye di sekitar empat makam itu banyak. Koplo pun ngublek-ublek sambil tanya-tanya di areal sekeliling kampus, namun hasilnya nihil.

Ketika hampir setengah teler Koplo baru ingat untuk menghubungi Cempluk dengan HP-nya. Namun sial, ketika Koplo menelepon Cempluk untuk menanyakan alamat, ternyata
nomor HP Cempluk nggak aktif. Maka lengkaplah sudah penderitaan Koplo untuk memburu cewek yang akhirnya harus pulang ke Solo dengan tangan hampa. Bahkan sampai sekarang pun Koplo kehilangan kontak dengan Cempluk yang menghilang bak ditelan bumi.

”Wis, kapok aku, golek kenalan neng chattingan,” sesal Jon Koplo.

Kiriman Twinkie Sativa Febriandini,
Grogolan RT 03/RW II, Ketelan, Banjarsari, Solo 57132.

Solopos,13 Juni 2009

Tinggalkan Balasan

Back to Top