Nyumbang sandal

Sebagai warga desa, Mbah Tom Gembus terkenal sebagai sosok yang punya rasa empati tinggi. Siapa pun tetangganya yang sedang kesusahan, ia pasti membantu.

Satu waktu, terdengar kabar bahwa Jon Koplo, salah satu tetangga Mbah Tom Gembus, mengalami kecelakaan lalu lintas. Para warga sepakat urunan untuk membantu Jon
Koplo dan nyewa mobil untuk menjenguknya. Mbah Tom Gembus pun ikut urunan.

Pada hari yang telah disepakati, para warga berkumpul di tempat Pak RT untuk bersiap berangkat menjenguk Jon Koplo. Mbah Gembus datang dengan setelan hem dan sepasang selop barunya. Setelah semuanya berkumpul, berangkatlah mereka menuju rumah sakit tempat Jon Koplodirawat.

Sampai sana, mereka segera menemui Jon Koplo, untuk menghibur dan memberi semangat padanya. Satu jam berlalu Pak RT memberikan uang hasil urunan warga pada keluarga Jon Koplo, setelah itu mereka pun berpamitan pulang.

Dalam perjalanan pulang itulah, Lady Cempluk salah satu warga yang berada satu mobil dengan Mbah Tom Gembus menemukan kejanggalan pada Mbah Gembus.

”Mbah, selopnya Mbah Gembus mana? Perasaan, Mbah Gembus tadi waktu berangkat pakai selop?” tanya Lady Cempluk.

Mbah Gembus kaget. Dipandangi kakinya, ternyata benar kata Cempluk, sekarang ia melihat kakinya cekeran. Padahal waktu berangkat ia jelas-jelas memakai selop.

”Waduh, ketinggalan di rumah sakit!” pekik Mbah Gembus setelah ia mencoba mengingat-ingat.

Memang, sehari-hari, Mbah Gembus jarang memakai sandal alias cekeran terus. Jadi sangatlah mungkin bila ia lupa memakai kembali selopnya saat hendak pulang dari rumah sakit.

Sementara warga lain cekikikan, Mbah Gembus cuma bisa mbesengut mengingat selop barunya.

Kiriman Siti Resmiati,
Tirisan RT 04/RW 23 Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo 57161.

Solopos,26 Juni 2009

Tinggalkan Balasan

Back to Top