Salah sruput

Pagi itu Jon Koplo sudah dandan nyetildengan kemeja putih, celana panjang, plus sepatu kempling dan siap melaksanakan tugas sebagai panitia pemungutan suara Pilpres bagian tukang celup tinta di TPS VI Tegalrejo, Bayat, Klaten.

Penampilan Koplo yang berstatus jaka kasep itu bukan tanpa alasan, karena ia yakin bakal bertemu dengan cewek sir-siran-nya, Gendhuk Nicole yang akan nyontreng di situ.

”Mangga, Pak, Bu, Mas, Mbak, drijinipun dipun celupaken tinta rumiyin. Matur nuwun,” begitu sapa manis Koplo kepada setiap pemilih yang sudah selesai nyontreng.

Hari makin siang, suasana semakin sepi, mata semakin ngantuk, namun sang pujaan hati belum nongolnongol juga. Koplo segera masuk rumah, lalu keluar lagi sambil menenteng segelas kopi. ”Wah, endi ya bocahe kok ra teka-teka?” batin Koplo sambil menikmati kopi di gelas kecilnya. Tak lama kemudian ndilalah Gendhuk Nicole nongol. Kalau tadi menanti-nanti, kini setelah Nicole datang Koplo malah deg-degan campur grogi. Dengan perasaan tak karuan, Koplo segera merapikan diri, sesekali menata rambutnya dengan
jarinya. Setelah Nicole selesai mencontreng dan tinggal memberitanda dengan jarinya,
Koplo segera pasang aksi berlagak sok cuek sambil nyruput kopinya. Tapi apa yang terjadi Pembaca? Tanpa mendung tanpa hujan tiba-tiba Koplo gebres-gebres.

”Bwehhh…! Asem ki! Pait…!!!” teriak Koplo sambil meludahkan sesuatu dari mulutnya.

Ternyata saking groginya, Jon Koplo telah salah sruput. Yang disruput bukannya kopi melainkan… tinta!

Kiriman Mohamad Adhi Yudhanto,
Kedungampel, Tegalrejo RT 16/RW VII, Bayat, Klaten 57462.

Solopos,11 Agustus 2009

Tinggalkan Balasan

Back to Top