Salah jurusan..

Setelah lulus SMP, Jon Koplo, orang “pedalaman” di daerah Klaten ini ingin melanjutkan sekolah di Solo. Jurusan yang dipilihnya adalah akuntansi karena Koplo ingin sukses seperti kakaknya yang kerja kantoran di Jakarta. Nah, karena belum mudheng seluk beluk Kota Solo, Jon Koplo minta bantuan Tom Gembus, sohibnya yang sudah beberapa kali ke Solo, untuk mengantarkan mencari sekolah kejuruan yang ada di sekitar Manahan.

“Nek mung daerah Manahan wae mudheng aku, Pio. Wis ta, manuta aku, ” kata Gembus meyakinkan meski sebenarnya ia jug a belum tahu persis lokasi sekolah yang dimaksud. Singkat kata, sampailah “kedua makhluk antik ini di tempat tujuan. Turun dari bus, dengan Pp-nya Gembus mengajak Koplo memasuki sebuah sekolah di daerah Manahan. Jon Koplo yang sedikit bingung langsung nginthil di belakang Gembus. “Cewek’e kene ayu-ayu, Mbus? Wis, mantep tenan aku sekolah neng kene; ” bisik Koplo sambil tolah-toleh.

Mereka segera menuju ke bagian pendaftaran siswa baru untuk mengambil formulir sambil bayar uang administrasi Tapi setelah mengisi formulir Koplo bingung, ternyata jurusan yang dipilihnya tidak ada. “Mbus, jurusan akuntansi koko ngga ada? Yang ada malah jurusan tata boga, menjahit…” Tanya koplo. “Iya ya, kok ora ono ya,” Selidik punya selidik, ternyata di bagian atas formulir itu tertulis nama sekolah yaitu SMKK, bukan SMK! “Wadhuh, Lha njurkepiye iki? uang pendaftaran-e dijaluk meneh wae, ora sido ndhaftar!” Akhirnya Koplo dan Gembus menuju ke meja pendaftaran lagi.

“Bu, k.alau nggak jadi daftar gimana? Soalnya di sini nggak ada jurusan akuntan,” Tanya Koplo kepada petugas yang bernama Lady Cempluk itu. “Lha sampean niku aneh kok Mas … Mas. Wong ambil akuntasi kok ndhaftar-nya di SMKK,” Timpal Lady Cempluk. “Lha terus uang pendaftarannya bisa diminta lagi nggak Bu?” tanya Koplo. “Ya ndhak bisa ta Mas. Yang sud ah . dicatat di kuitansi setoran ini ndhak bisa dijabel lagi. Nanti saya yang tombok. Lagi pula formulirnya sudah sampean urekurek gitu kok,” kilah Cempluk. Sambil pecuca-pecucu Koplo dan Gembus meninggalkan tempat pendaftaran. Sesampai di luar mereka punterlibat udur-uduran, saling menyalahkan satu sama lain.

Kiriman Parji Raharjo, Waru
RT 1 7/RW 07, Pandanan,
Wonosari, Klaten.

Solopos, 31 Januari 2007

Tinggalkan Balasan

Back to Top