Salah Kunci

Beberapa waktu lalu, Jon Koplo, pejabat suatu instansi negara di Klaten mendapat undangan dari Depdagri pusat lewat surat yang ditanda tangani Gubernur. Undangan itu untuk membahas hal penting yang berhubungan dengan instansinya. Sebelum berangkat ke Jakarta, laporan dan makalah pun sudah disiapkan termasuk ubarampe yang lain. Tak lupa sebelum berangkat ia berpamitan pada isteri tercinta, Lady Cempluk. “Bu, aku berangkat dulu. Kamu hati-hati di rumah ya!” pesan Koplo. Bapak juga hati-hati lho. Di Jakarta lagi musim poligami, kalau menginap di hotel jangan sama perempuan lain,” pesan Cempluk setengah bercanda.

Singkat cerita, Jon Koplo telah sampai di Jakarta dan check in di sebuah hotel
berbintang di daerah Slipi, tempat acara pertemuan diselenggarakan. Suasana saat itu sangat ramai karena utusan-utusan dari provinsi lain se-lndonesia sudah pada datang di hotel. Semua peserta sudah mendapatkan jatah kamar yang sudah ditentukan, termasuk Jon Koplo yang sekamar dengan tamu utusan dari Bukittinggi. “Blaik . . . wong Bukittinggi! Gek uwonge dhuwure sepira ya ?” batin Koplo. Koplo minta kunci pada petugas hotel dan. mencari kamar yang dimaksud. Begitu ketemu kamarnya, ia langsung bongkar muat koper, mandi, salat Magrib dan setelah itu leyeh-leyeh sambil nonton TV.

Entah karena saking capeknya atau saking penak-nya, Koplo langsung nglepus tertidur. Nah, lagi enak-enaknya menjemput mimpi, tiba-tiba ada seorang perempuan yang nyelonong masuk ke kamarnya dan berteriak-teriak sambil gedrug-gedrug. Jon Koplo yang sedang ngepleh-epleh hanya pakai kaos singlet dan bebetan sarung pun gedandapan terbangun. “lni kamar saya, Pak! Kenapa Bapak ada di sini?” kata perempuan itu membuat Koplo jadi salah tingkah. “Lho, saya tadi juga diberi kunci kamar nomor ini oleh petugas hotel,” terang Koplo. Segera saja Jon Koplo bepakaian dan bersama perempuan itu menuju ke petugas hotel untuk komplain.

Dijawab oleh petugas hotel bahwa ternyata nama perempuan tersebut mirip dengan nama laki-laki. Karena harus melayani banyak tamu, maka tanpa sengaja terjadilah peristiwa salah kunci itu. Koplo bersama perempuan itu segera kembali ke kamar. Tetapi bukan untuk ngamar berdua lho, melainkan menempati kamar masing-masing. Dan gara-gara kejadian itu, untuk menebus kesalahan petugas hotel Jon Koplo justru mendapat kamar suite room yang jelas uenak tenaaan.

Kiriman Sanglir Widoyo, Gowangsan
RT 01/RW 02, Bawak, Cawas, Klaten.

Solopos, 3 Januari 2007

Tinggalkan Balasan

Back to Top