Ciaaat…haiyaaa…!

Pasangan suami isteri Thom Ghem Bus Lei Di Ciem Pluk warga keturunan yang tinggal di Bengawan Solo, ini mempunyai toko kelontong yang letaknya bersebelahan dengan rumahnya yang di hubungkan dengan sebuah pintu. Pasangan ini menipunyai beberapa anak. Yang besar Jon Kho Plo namanya, sudah duduk di bangku SMA. Walaupun cowok, Kho Plo rajin membantu papah dan mamahnya. Setiap tak ada kegiatan di sekolah pasti ia membantu di toko.

Nah,,suatu malam.Kho Pio terbargun dari tidurnya karena mendengar suara aneh di atas rumah. “Wah pasti ada maling di atas nih. Kurang ajar berani-beranine mau nyolong ndhek rumahku,” batin kho Plo sambil menyambar tongkat kasti. Pelan namun pasti, Kho Plo keluar dari kamar. Suasana rumah remang-remang agak gelap. Dengan tanpa suara Kho Plo memeriksa lantai atas. Tidak ada apa-apa.” Jangan-jangan malinge mau mbobol toko nih,” pikirnya. Dari atas Kho Plo langsung turun hendak menuju pintu penghubung ke toko. Tiba-tiba dilihatnya sosok bayangan mengendap-endap di dekat pintu penghubung tersebut. Bayangan itupun rupanya juga melihat Kho Plo dan malah mendekat hendak memukul tapi Kho Plo mendahuluinya memukul.

“Ciaaat…! Maling elek, rasakna tongkatku ini, haiyaaa…!” teriak Kho Plo sambil mengayunkan penthung kastinya. Bayangan itupun balas memukul Kho Plo. Tapi tiba-tiba terdengar suara yang sangat dikenal oleh Kho Plo. Lampu segera di nyalakan… mak byarrr…! Badalah… dan tampaklah Thom Ghem Bus tergeletak di lantai dengan bibir njontor godres getih. Kho Plo kaget setengah mati dan buru-buru menolong papahnya. Rupanya tadi Thom Ghem Bus juga mendengar suara dari atas genting, dia pun membawa kayu palang pintu hendak memeriksa ke toko dan melihat bayangan Kho Plo yantg dikiranya maling. Karena punya pikiran yang sama, mereka sengaja tidak menyalakan lampu. Maka terjadilah penthung-penthung antara bapak dan anak tadi. Dan malingnya yang di cari malah tidak ada. Mungkin sudah kabur ketika mendengar keributan tadi.

Kiriman The Thiyang,
Jl Jageran No 15, ketelan RT 04/RW 04,
Banjarsari, Solo 57132.

Solopos, 27 Januari 2007

Tinggalkan Balasan

Back to Top