Tamu harap lapor

Untuk menghadapi ujian akhir tahun, biasanya murid-murid kelas enam SD di beri les tambahan dari sekolah waktu sore hari. Demikian pula halnya di SD Kedungsono 3 di Bulu, Sukoharjo, sekolah di mana Jon Koplo menimba ilmu. Sore itu Jon Koplo bersama murid-murid yang lain sudah tiba di sekolahan untuk mengikuti les.

Ndilalah-nya Bu Guru Lady Cempluk yang kebetulan mendapat jatah memberikan les belum rawuh. “Yo, diparani neng ndaleme wae, yo!” begitu ajak Koplo kepda teman-temanya yang udah tidak sabar menunggu. Akhirnya jadilah serombongan siswa itu nggruduk ke kediaman Bu Cempluk yang kebetulan terletak di Kompleks pendapa Kabupaten Sukoharjo. Padahal untuk memasuki area Pendapa itu harus melewati pos penjagaan terlebih dahulu yang ada tulisannya Tamu Harap Lapor.

Nah, disinilah peristiwa lucu terjadi. Jon Koplo dan teman-temannya yang notabene adalah bocah-bocah SD yang masih Iugu dan imut bin polos tersebut belum tahu betul bagaimana tata cara memasuki Kompleks Pendapa Kabupaten. Dengan bimbang, bingung campur takut mereka maIah udur-uduran dhewe, saling tunjuk siapa yang akan mandheganiuntuk Iapor ke Pak Satpam. Akhirnya sesuai dengan musyawarah dan mufakat, mereka menunjukJon Koplo. Sambil mengumpulkan segenap keberanian, Koplo masuk ke pos penjagaan, Ialu menghadap petugas piket.

Dengan sikap tegak nggejejer seperti orang berbaris dalam kemiliteran, sekonyong-konyong Koplo memberi hormat. “Lapor!Nama: Jon Koplo, murid SD Kedungsono tiga, mau mencari Bu Guru Lady Cempluk. Laporan selesai!” kata Koplo dengan intbnasi jelas dan tegas ngana kae. Geeeerr. Melihat adegan seperti itu, semua orang yang beradadi pos penjagaan malah ngguyu ngakak. Dalam hati Koplo juga heran, sudah berusaha serius mematuhi peraturan kok malah digeguyu.

Lebih lucu Iagi, seorang 􀀿atpam yang bernama Tom Gembus segera mengambil sikap yang sama. Dengan te­gas pula ia menjawab, “Siap.! Laporan diterima. Laksa­nakan!” “Siap! Laksanakan!” jawab Koplo dengan posisi hormat sempurna. Kebetulan, Bu Cempluk pas keluar dari pintu ru­mahnya, jadi ya ikut gemu­jeng juga melihat aksi mu­ridnya yang kelewatan san­tun tadi. Ada-ada saja.

Kiriman Agustin Endang Rochmiyati,
guru SD Ke­dungsono 3, Bulu, Suko­harjo

Solopos, 26 Januari 2007

Tinggalkan Balasan

Back to Top