Simbah ora doyan

Hari Idul Adha adalah hari yang sangat membahagiakan bagi masyarakat kecil pada umumnya. Yang biasanya lauk tahu dan tempe, kini dapat menyantap nikmatnya daging kambing atau daging sapi. Demikian halnya yang terjadi di salah satu desa DI kabupaten Wonogiri, yang saat itu mendapat bantuan dari Kecamatan berupa dua ekor kambing untuk disembelih. Warga pun sangat senang menerima bantuan tersebut. Maklum, masyarakat di sana belum mampu berkurban karena faktor ekonomi yang masih rendah. Dipimpin ketua takmir mesjid setempat, proses penyembelihan hewan kurban berjalan dengan lancar.

Bahkan Pak Lurah pun turut cancut taliwanda, bersama sejumlah warga membantu sejak penyembelihan hingga pembagian daging kurban. Singkat cerita, daging kambing tersebut sudah dibagikan secara merata kepada warga desa termasuk Mbah Cempluk yang sebenarnya nyirik iwak wedhus. Semua warga pulang untuk memasak jatah iwak mereka masing-masing. Akan tetapi Mbah Cempluk masih terlihat bingung. “Arep diapakke iwak wedhus iki neh…” gumamnya. Tetapi setelah melihat cucunya, Jon Koplo, yang baru jajan di warung dekat rumahnya, Mbah Cempluk langsung mengambil buntelan fas kresek hitam yang tadi sempat ia taruh di meja. “Le, Pio . . . Nyoh tak wenehi, iki kon masak ibumu ya . Simbah ora doyan,” kata Mbah Cempluk sambil memberikan buntelan tadi kepada Jon Koplo.

“Oh, nggih Mbah, matur nuwun, “jawab Jon Koplo yang· langsung bergegas pulang. Namun selang beberapa menit kemudian Jon Koplo kembali ke warung menemui Mbah Cempluk yang sedang asyik ngobrol dengan temannya. “Lho, kok bali ngapa Le?” tanya Mbah Cempluk. “Anu, Mbah… Niki buntelanipun klentu pakan manuk, ” jawab Koplo sambil ngguya-ngguyu. “Oalaaah, tobil anak kadhal! Ya ngene iki mbahmu. Wis jan pikun tenan!”jawab Mbah Cempluk karo ngeplaki bathuke dhewe. Te rnyata Mbah Cempluk salah ambil bungkusan. Yang tadi nya dikira daging kambing ternyata salah ambil dengan bungkusan di sampingnya yang berisi jagung, beras , dan meniran, makanan burung piaraan Mbah Kung . Sepontan orang seisi warung pada ngguyu kemekelen. Bola-bali nek wong tuwek…

Kiriman Krisbiantoro, Waruharjo
RT 01 /RW 04, Johunut,
Paranggupito, Wonogiri5767

Solopos 23 Januari 2007

Tinggalkan Balasan

Back to Top