Nginep neng “Loji Gandrung”

Malam itu Jon Koplo dan teman-temannya sedang sibuk mendekorasi ruang kelasnya yang besok pagi akan digunakan untuk rapat OSIS. Saking asyiknya mendekor, tak terasa malam semakin larut. Bahkan teman-temannya pun sudah pada mretheli mbaka siji alias pating plecing, pulang kerumah masing-masing. Tinggal Jon Koplo dan Tom Gembus yang masih uthak-uthek sambil menahan ngantuk. “Wah, kelase dhewe dadi kaya istana Loji Gendrung ya, Mbus?” komentar Koplo setalah acara dekor-mendekor selesai.

Mereka pun puas dengan hasil karyanya. “Hoooh…haaah…hemmm…Suk Ruwah mangan apem…” Koplo angop amba bianget kaya mangape baya. “Ayo Plo, turu neng ruang OSIS wae!” ajak Gembus. “Aku tak turu kene wae Mbus. Arep ngrasakke turu neng Loji Gendrung,” Jawab Koplo sambil mbenakke sarung yang sudah di bawanya dari rumah. Mereka pun “pisah ranjang”. Tom GEmbus menghabiskan sisa malamnya di ruang OSIS, sementara Jon KOplo tidur nganthang-anthang di dalam kelas. Lagi enak-enanknya mimpi ketemu Pak Wali, tiba-tiba terdengar suara gaduh. Mak gregah, Koplo terbangun dan kaget bukan terpalang. “E…lhadalah! Kok dadi akeh menungsane?” batin Koplo sambil mengucek-ucek mripat. KOcap kacarita, ternyata suasana sudah padhang njingglang.

Teman-teman anggota OSIS sudah pada kumpul untuk memulai rapat. Kontan saja mereka padha ngguyu kemekelen melihat Koplo yang masih menggunakan pakaian kebesarannnya berupa sarung, kemul, kaos kaki plus kethu, kaya wong rondha kae. “Omahmu kebanjiran ta Plo, kok nganti nginep kene?” ejek Lady Cempluk. Dengan wajah abang ireng. Koplo pun langsung nggeblas keluar dari kelas keadaan masih pakaai sarung sambil menggembol selimut. “Arep kondangan ta, Plo?” ledek Tom Gembus sambil cengar-cengir. “Kondangan mbahmu kuwi!” Sahut Koplo jengkel karena merasa dikerjain.

Kiriman Yusuf Nursidiq,
Carikam RT 01/RW 05, Sukoharjo.

Solopos, 19 Januari 2007

Tinggalkan Balasan

Back to Top