Entuk pulsa gratis

Apa jadinya kalau dua orang joinan memakai handphone? Mungkin hanya Jon Koplo dan Lady Cempluklah yang merasakannya. Jon Koplo yang masih kuliah di PTN Kota Solo ini ceritane nebeng nomor plus HP-nya Lady Cempluk, kakaknya yang bekerja di sebuah perusahaan swasta. Kadang HP-nya dibawa Cempluk kadang Koplo, sesuai jadwal yang di tentukan. Untuk urusan pulsa pun, keduanya urunan atau gantian yang beli. Pokoke kompak, nggak ada ribut-ribut. Bahkan keduanya pun sepakat untuk tidak ngurusi wilayah pribadi masing-masing. Nah, pada suatu hari Cempluk mendapat tugas kantor untuk seminar di luar kota.

Berhubung hari itu pas jadwalnya Koplo, maka Cempluk minta pengertian adiknya. “Kamu ngalah dulu ya, besok gawanen telung ndinma wis,” rayu Cempluk. Koplo pun mengizinkan. Dengan HP di tangan, Gempluk jadi mbungahi untuk berSMS-ah dengan Tom Gembus, gebetan barunya, hingga tak terasa pulsa Cempluk habis. Begitu tahu Cempluk tidak membalas SMS-nya lagi, Gembus telepon. Cempluk pun menceritakan apa yang terjadi, sambil mbqtin, “Muga-muga Mas Gembus pengertian mau mengisi pulsaku,” harapnya. Namun ditunggu hingga satu jam, pulsa yang diidamidamkan tak kunjung terisi juga.

Padahal saat itu ia butuh telepon ke rumah untuk minta Jon Koplo menjemput dikantor nanti malam. Namun tak lama kemudian ndilalah ada SMS masuk dari salah satu pusat pengisian pulsa yang memberitahukan bahwa transaksi pulsa senilai Rp 25 ribu berhasil. “Wah, entuk pulsa gratis, ndhes. Ternyata Mas Gembus pengertian juga,” batin Cemplung riang. Cempluk pun langsung menghubungi Tom Gembus untuk mengucapkan terima kasih. Sayangnya HP Gembus lagi tidak aktif.

Memanfaatkan pulsa gratis, Cempluk langsung ber-SMS ria dengan teman-temannya meskipun isinya nggak penting-penting amat. Sampai di Solo Cempluk sudah dijemput Jon Koplo. “Endi HP no, Mbak?” pinta Koplo. Nyoh, SMS-a apa telpuna sak kemengmu. Aj<u bar entuk kiri man pulsa gratis selawe ewu saka kancaku. Saiki pulsane isih rolas ewu, " kata Cempluk sambil menyerah kan HP-nya. "Piye ta, Mbak?" protes Koplo. "Sing ngirim pulsa ki aku. Nanti malam mau tak pakai nelpon gebetanku. Ayo diijoli!" Cempluk jadi mati kutu.

Kiriman Rahmad Prasojo,
JI Malabar06/12RT005/RW
003, Kedundung, Mojokerto 61316.

Solopos, 18 Januari 2007

Tinggalkan Balasan

Back to Top