Nabrak Polisi

Pukul 06.03 WIB Jon Koplo gendandapam bangun tidur kesiangan lantaran sampai larut malam siswa SMK di Solo ini menthelengi layar kaca yang menayangkan siaran lansgung sepak bola. Nggak peduli esoknya ada ulangan, yang penting nonton bola jangan sampai terganggu. Tangi jenggirat, Koplo langsung adus bebek, pakai seragam, mengambil seperangkat alat sekolah, tanpa sarapan langsung mancal pit onthel kesayanganya. Dengan kecepatan penuh, Koplo ngebut takut terlambat lebih dari sepuluh menit tidak boleh ikut ulangan yang waktu itu ndilalah pas jam pertama.

Sampai di perempatan Wi­duran, dari arah timur Koplo te­rus melaju kencang walau lam­pu lalu lintas menyala merah. Melihat Koplo mblanphang tanpa memperhatikan lampu bangjo, seorang polisi lalu lin­tas langsung nyegat Koplo de­ngan posisi ndhaplang kaya orang akan menangkap ayam. Tapi Koplo tak peduli de­ngan aksi Pak Polisi. la ma­lah berniat menabrak polisi itu. Malang bagi Koplo. Pak Polisi berhasil menghindar bahkan tangan kanannya sempat nyaut tas milik Koplo hingga Koplo ndlosor sak sepedhane.

Sambil pringisan menahan sakit, Koplo memohon untuk dapat melanfutkan peruntuk dapat melanjutkan perjalanan karena takut terlambat mengikuti ulangan. Melihat tampang memelas Jon Koplo, Pak Polisi pun akhirnya melepaskannya meski sempat eyel-eyelan rame. Sampai di sekolahan Koplo sudah terlambat 15 menit dan harus minta izin guru BP sebelum masuk kelas. Setelah diceritakan alasan terlambat karena kecelakaan dengan didukung bukti luka lecet, guru BP pun mengizinkan Koplo untuk masuk ke kelasnya.

“Kenapa terlambat? Kamu tahu kan jam pertama akan ada ulangan?” tegqr Pak Guru dengan nada marah. Be!um sempat Koplo menjawab, seorang temannya bernama Tom Gembus nyeletuk, “Habis ketangkap polisi, Pak, diperempatan Widuran!” kata Gembus yang kebetulan melihat peristiwa tadi dari dalam Angkuta. Tak ayal semua penghuni kelas tertawa terbahak-bahak. Bahkan Pak Guru pun ikut ngguyu dan akhirnya mengizinkan Koplo duduk. “Tujune aku mau nabrak polisi. Kalau tidak, mana bisa ikut ulangan,” batin Koplo lega meski kesakitan.

Kiriman Re­no Haryanto,
Mertodranan, RT 03/RW 01,
Pasar Kliwon, Pasar Kliwon, Solo 57118.

Solopos, 16 Januari 2007

Tinggalkan Balasan

Back to Top